Menu

Mode Gelap

SUMEDANG · 31 Mar 2023 02:27 WIB

Agar Tak Salah Sasaran, Sekda Sumedang Minta Data Kemiskinan dan Stunting Tervalidasi

Reporter: IWAN RAHMAT | Editor: Fitriyani Gunawan


 Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Gerakan Bersama (Geber) Lawan Kemiskinan dan Stunting di Kecamatan Cibugel dan Darmaraja, Kamis (30/3/2023). Perbesar

Iwan Rahmat/SUMEDANG ONLINE
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Gerakan Bersama (Geber) Lawan Kemiskinan dan Stunting di Kecamatan Cibugel dan Darmaraja, Kamis (30/3/2023).

SUMEDANGONLINESekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman menyebut validasi data sasaran yang akan diintervensi, baik data kemiskinan maupun stunting, menjadi suatu hal yang sangat penting dalam penyaluran bantuan agar tidak salah sasaran.

“Jadi kuncinya ada di data, tadi saya eksplore mini command center kecamatan. Saya minta cek dan ricek kembali data kemiskinan ekstrim dan stunting yang harus di intervensi,” ujar Herman Suryatman saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Gerakan Bersama (Geber) Lawan Kemiskinan dan Stunting di Kecamatan Cibugel dan Darmaraja, Kamis (30/3/2023).

Dikatakan, selain validasi data, hal lain yang tidak kalah penting adalah adanya kerja sama dan kolaborasi dengan semua komponen.

Dari kabupaten, kata Sekda, Bupati dan Wakil Bupati sudah memberikan stimulus dalam bentuk bantuan telur untuk masyarakat kurang lebih saat itu sebanyak 50 kilogram.

“Harapannya dikolaborasikan dengan potensi desa sehingga bisa ratusan kilogram telor turut didistribusikan ke masyarakat, khususnya anak anak stunting,” tuturnya.

Terkait stunting di Kecamatan Darmaraja, Sekda mengatakan, relatif baik yaitu sebesar 32,8 persen atau kurang lebih ada 70 anak yang mengalami stunting.

Kaitan hal itu, Sekda meminta  Camat dan Kepala Puskesmas memberikan perhatian serius agar bisa diatasi.

“Saya sudah ngasih pesan ke Pak Camat dan Kapus (Kepala Puskesmas) adalah zero stunting, bagaimana di Darmaraja sekarang dan ke depan diupayakan jangan ada stunting baru. Tentu dengan intervensi sebelum dan sesudah kelahiran sesuai standar yang sudah kami berikan kepada kapus maupun para camat “ujar sekda.

Lebih dari itu, Sekda juga menekankan agar permasalahan kemiskinan mendapatkan perhatian serupa dari semua pihak agar Kecamatan Darmaraja bisa makin sejahtera.

“Kabupaten hanya memberi stimulus, tentu aktor utamanya ada di kecamatan dan desa, termasuk warga masyarakat,” katanya.

Terakhir, Sekda mengharapkan gerakan bersama ini benar benar berdampak, tidak hanya sekedar formalitas tetapi konkret.

“Kami dari kabupaten tidak hanya membawa narasi, tetapi juga langsung eksekusi dalam bentuk stimulus bantuan telur dan Sembako. Untuk selanjutnya menjadi tantangan camat menggerakkan segenap potensi untuk sama-sama aware penanganan kemiskinan dan stunting,” pungkasnya. ***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Kabid Aset BKAD Sumedang Serahkan 9 Unit Motor Dinas Bertenaga Listrik

12 Juli 2024 - 14:12 WIB

Sumedang Sedang Bentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah

5 Juli 2024 - 17:23 WIB

Pj. Sekda Sumedang, Tuti Ruswati saat melakukan monitoring Tanah dan Bangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kantor BRIN Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Jumat (5/7/2024).

Atasi Kemiskinan, Sumedang Luncurkan Kartu TANGKIS

3 Juli 2024 - 21:09 WIB

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang meluncurkan program inovatif bernama Kartu Tangkal Kemiskinan (TANGKIS) sebagai solusi penanganan miskin ekstrem di Sumedang. Peluncuran Kartu TANGKIS diawali dengan tapping kartu oleh Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Yudia Ramli didampingi Forkopimda di Saphire City Park (SACIPA). Rabu (3/7/2024).

Sumedang Terbitkan Edaran Larangan Judi Online

3 Juli 2024 - 21:07 WIB

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli

Ngalaksa dan Tarawangsa Rancakalong Masuk Warisan Budaya Tak Benda

2 Juli 2024 - 22:56 WIB

Pj. Bupati Sumedang Yudia Ramli menyerahkan secara simbolis sertifikat penetapan upacara adat Ngalaksa dan Seni Tarawangsa yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada Camat Rancakalong Cecep Supriatna dan para pelaku seni Tarawangsa dalam acara pembukaan Upacara Adat Ngalaksa di Desa Wisata Rancakalong. Selasa (2/7/2024).

Masalah Paspor, Satu Jamaah Haji Asal Sumedang Tertinggal di Makkah

27 Juni 2024 - 13:19 WIB

Trending di SUMEDANG