Indeks

Kemenag Sumedang Pastikan Penempatan Hotel Jemaah Haji Masih dalam Batas Aman

"Alhamdulillah, meskipun tempat menginap berbeda, semuanya tetap dalam satu Syarikah. Itu artinya, tanggung jawab layanan tetap berada pada satu manajemen, sehingga lebih mudah untuk dikoordinasikan.” - H. Hamzah Rukmana -

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, memastikan bahwa penempatan jemaah haji asal Sumedang masih dalam kategori aman dan terkendali, meskipun ada perbedaan lokasi hotel akibat kebijakan dari pihak penyedia layanan (Syarikah).
Iwan Rahmat/SUMEDANGONLINE
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, memastikan bahwa penempatan jemaah haji asal Sumedang masih dalam kategori aman dan terkendali, meskipun ada perbedaan lokasi hotel akibat kebijakan dari pihak penyedia layanan (Syarikah).

Mekah, Arab Saudi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, memastikan bahwa penempatan jemaah haji asal Sumedang masih dalam kategori aman dan terkendali, meskipun ada perbedaan lokasi hotel akibat kebijakan dari pihak penyedia layanan (Syarikah).

Dari total 445 jemaah asal Sumedang yang tergabung dalam Kloter 17 KJT, sebanyak 27 orang diketahui harus menempati hotel berbeda dari mayoritas rombongan. “Yang satu berada di wilayah Jarwal, dan satu lagi di daerah Syisyah,” jelas Hamzah saat mendampingi para jemaah ke Sektor 1, Sabtu malam, 24 Mei 2025 waktu Arab Saudi.

Menurut Hamzah, kebijakan penempatan hotel ini tidak hanya terjadi pada jemaah Sumedang, namun juga menimpa sejumlah kloter dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, beberapa kloter tersebar di tiga hingga empat hotel berbeda. Meski demikian, Hamzah menekankan bahwa seluruh jemaah Sumedang masih berada dalam koordinasi satu perusahaan layanan (Syarikah), yang dinilai memudahkan dalam pengawasan dan pelayanan.

“Alhamdulillah, meskipun tempat menginap berbeda, semuanya tetap dalam satu Syarikah. Itu artinya, tanggung jawab layanan tetap berada pada satu manajemen, sehingga lebih mudah untuk dikoordinasikan,” ujarnya.

Penempatan ini, lanjut Hamzah, sudah sesuai dengan data manifest jemaah dan hasil survei lokasi yang dilakukan sebelumnya bersama pihak sektor. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta para jemaah untuk memastikan pemahaman dan kesiapan mereka. “Alhamdulillah, semuanya bisa menerima keputusan ini dengan baik,” imbuhnya.

Dalam hal pelaksanaan ibadah dan kegiatan haji lainnya, Hamzah memastikan bahwa seluruh aktivitas tetap mengacu pada Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang telah disusun oleh pemerintah. Termasuk saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruh jemaah Sumedang tetap akan berada dalam kawasan yang berdekatan, meskipun tenda mereka berbeda.

Terkait kepulangan jemaah ke tanah air, Hamzah menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi. “Saat ini fokus utama kami adalah kelancaran seluruh prosesi ibadah, terutama rangkaian kegiatan Armuzna. Kami berharap seluruh jemaah Sumedang bisa kembali ke tanah air bersama-sama dalam kloter induk,” tutupnya. ***

Exit mobile version