TANGERANG, Kamis (4/6/2026) – Kebiasaan begadang, stres berkepanjangan, konsumsi kopi berlebihan, hingga merokok yang kerap dianggap wajar di kalangan anak muda ternyata dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Aron Husink, mengingatkan bahwa gaya hidup tidak sehat dapat memicu penyakit jantung koroner bahkan pada usia muda.

Menurut dr. Aron Husink, serangan jantung pada anak muda umumnya berkaitan dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK), yaitu kondisi penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak yang menghambat aliran darah ke jantung.

Ia menjelaskan, kebiasaan begadang dapat mengganggu keseimbangan hormon stres, tekanan darah, kadar gula darah, dan metabolisme lemak yang pada akhirnya memperberat kerja jantung.

Selain itu, stres berkepanjangan membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga sehingga memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah secara terus-menerus.

Faktor lain yang tidak kalah berbahaya adalah kebiasaan merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, serta meningkatkan risiko pembekuan darah.

“Zat di dalam rokok merusak dinding pembuluh darah, mempercepat terbentuknya plak, dan meningkatkan risiko pembekuan darah, bahkan pada pembuluh darah anak muda yang tampak sehat sekalipun,” ujar dr. Aron.

Risiko serangan jantung semakin tinggi apabila seseorang juga memiliki faktor risiko lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Dr. Aron mengingatkan bahwa gejala awal serangan jantung pada anak muda sering kali disalahartikan sebagai kelelahan, asam lambung, atau masuk angin sehingga penanganan medis menjadi terlambat.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada seperti ditekan atau tertindih, nyeri yang menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, maupun ulu hati.

Gejala tersebut juga dapat disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, tubuh mendadak lemas, hingga jantung berdebar tidak seperti biasanya.

Untuk mencegah serangan jantung, dr. Aron menyarankan masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat dengan berhenti merokok, membatasi konsumsi kopi berlebihan, tidur yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.

Aktivitas fisik secara rutin juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.

“Tidak harus langsung olahraga berat, aktivitas sederhana seperti jalan kaki, naik tangga, atau bersepeda ringan juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung,” katanya.

Selain menerapkan gaya hidup sehat, masyarakat juga dianjurkan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin seperti elektrokardiogram (EKG), tes darah, ekokardiografi, treadmill test, hingga CT scan jantung sesuai anjuran dokter.

Dr. Aron menegaskan bahwa serangan jantung pada usia muda bukan lagi kondisi yang jarang terjadi. Karena itu, kesadaran terhadap faktor risiko dan gejala awal menjadi kunci penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.***