Ziarah Penuh Makna, Jemaah Haji Sumedang Kunjungi Situs Bersejarah di Mekah

Yang menarik, peserta ziarah ini mencakup berbagai usia, mulai dari jemaah muda berusia 18 tahun hingga lansia yang telah berusia 90 tahun.

Rombongan jemaah haji asal Sumedang dari Kloter 4 hingga Kloter 8 menggelar kegiatan ziarah ke sejumlah situs bersejarah Islam di Kota Mekah. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual, menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji yang memperkaya pemahaman keislaman para jemaah.
Iwan Rahmat/SUMEDANGONLINE
Rombongan jemaah haji asal Sumedang dari Kloter 4 hingga Kloter 8 menggelar kegiatan ziarah ke sejumlah situs bersejarah Islam di Kota Mekah. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual, menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji yang memperkaya pemahaman keislaman para jemaah.

Mekah, Arab Saudi Rombongan jemaah haji asal Sumedang dari Kloter 4 hingga Kloter 8 menggelar kegiatan ziarah ke sejumlah situs bersejarah Islam di Kota Mekah. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual, menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji yang memperkaya pemahaman keislaman para jemaah.

Dalam ziarah tersebut, para jemaah mengunjungi beberapa tempat penting yang memiliki nilai sejarah tinggi, antara lain Makam Ma’la, Masjid Jin, Masjid Sajaroh, Masjid Roiyyah, lokasi bekas Masjid Kucing, tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta Jabal Qubais. Para jemaah juga diperkenalkan pada kawasan sekitar Masjidil Haram, sebagai pusat peribadatan umat Islam di seluruh dunia.

Sebelum memulai perjalanan ziarah, para jemaah diberangkatkan dari Sektor 7 Wehdah Al Khaor Hotel menggunakan Bus 19 dari Jarwal Kabah menuju terminal bus terdekat. Dari terminal tersebut, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih delapan kilometer menuju Masjidil Haram dan melaksanakan Salat Magrib berjamaah.

Ziarah ini dipimpin langsung oleh pembimbing ibadah dari KBIH Al Multazam Tanjungsari, Ustaz Asep Fuad Adnan. Dalam setiap pemberhentiannya, beliau memberikan penjelasan mendalam mengenai nilai-nilai sejarah dan keislaman dari masing-masing lokasi yang dikunjungi. Hal ini memberikan dimensi edukatif yang kuat bagi para jemaah.

Yang menarik, peserta ziarah ini mencakup berbagai usia, mulai dari jemaah muda berusia 18 tahun hingga lansia yang telah berusia 90 tahun. Meski harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki, semangat para jemaah tetap tinggi, terutama saat mulai memasuki kawasan suci Masjidil Haram yang menjadi puncak kerinduan spiritual mereka.

Bagi para jemaah, ziarah ini tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan haji, melainkan juga sebagai kesempatan untuk menapaktilasi jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW dan memahami lebih dalam sejarah awal penyebaran Islam di Kota Mekah. Suasana penuh kekhusyukan dan semangat yang terpancar dari setiap langkah mereka menjadi bukti kuat bahwa perjalanan ini adalah momen yang akan dikenang seumur hidup. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak