Asap Rokok, Cerita, dan Rasa Rindu: Momen Santai Jemaah Haji Indonesia di Tengah Padatnya Ibadah

Reporter SUMEDANGONLINE, H. Iwan Rakhmat Purnama, saat berfoto di pelataran Masjid Nabawi di Madinah.
Istimewa via Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Reporter SUMEDANGONLINE, H. Iwan Rakhmat Purnama, saat berfoto di pelataran Masjid Nabawi di Madinah.

Mekkah, Arab Saudi – Di sela padatnya rangkaian ibadah haji, ada satu pemandangan yang kerap dijumpai di lorong-lorong hotel atau sudut jalan sekitar akomodasi jemaah Indonesia: sekelompok pria duduk bersila, berbagi cerita, dan sesekali melepaskan tawa di balik kepulan asap rokok.

Bagi sebagian jemaah, terutama kaum pria, momen ini bukan sekadar merokok. Lebih dari itu, ini menjadi ruang kecil untuk bernafas di tengah padatnya aktivitas, perbedaan iklim, dan keterbatasan ruang. Di situlah lahir cerita tentang kaki yang pegal, antrean panjang menuju lift, atau makanan yang membuat rindu dapur rumah.

“Ya, ini bukan soal rokoknya saja. Tapi ini jadi momen silaturahmi. Kami ngobrol, cerita pengalaman, kadang juga curhat soal kangen keluarga,” ungkap salah seorang jemaah dari Jawa Barat yang duduk santai bersama rombongannya.

Rokok mungkin hanya pemicu, tapi percakapan yang lahir darinya jauh lebih dalam. Ada canda, keluh kesah, bahkan tangis rindu yang tak sempat tertuang saat berdiri berjam-jam di bawah terik matahari. Pelataran hotel yang sempit dan kamar yang padat kerap menjadi tantangan, namun tak menyurutkan semangat mereka untuk tetap saling menguatkan.

Meski terkadang menghadapi larangan merokok di beberapa area dan keterbatasan tempat duduk, para jemaah tetap berusaha menjaga etika. Mereka saling mengingatkan agar tidak mengganggu kenyamanan sesama, sembari terus menanamkan sikap saling memahami satu sama lain.

Di balik kepulan asap dan obrolan ringan itu, terselip makna mendalam tentang persaudaraan dan semangat kebersamaan. Ibadah haji bukan hanya soal ritual dan kewajiban spiritual, tapi juga tentang perjalanan jiwa. Sebuah pengalaman kolektif yang mempertemukan manusia dari berbagai penjuru tanah air dalam satu ruang waktu yang suci — lengkap dengan peluh, tawa, dan kenangan yang akan dibawa pulang ke tanah air sebagai cerita sepanjang hayat. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak