Sumedang, Sabtu 21 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat manajemen dan tata kelola masjid yang lebih efektif dan berdaya guna, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sumedang menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Tahun 2025 yang dilaksanakan di Waterboom Asy Syifa Wal Mahmudiyah, Kecamatan Paseh.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir selaku Ketua DKM Masjid Agung Sumedang, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Dian Sukmara, Kabag Kesra Saeful Amin, unsur Forkopimcam Paseh, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang Ayi Subhan Hafas, serta perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang. Jajaran pengurus DKM dan perwakilan Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Masjid Agung juga turut hadir.
Ketua Panitia Mubes, H. Muhammad Endang Hasanudin, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini mengacu pada Keputusan Dirjen Bimas Islam No. DJ.II/802 Tahun 2014 tentang Standar Pembinaan Manajemen Masjid, SK Bupati tentang pengesahan pengurus masa bakti 2020–2025, dan SK Ketua DKM Masjid Agung terkait pembentukan panitia Mubes.
“Tujuan Mubes ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja periode sebelumnya, menyusun rencana kerja 2025–2028, dan membentuk kepengurusan baru yang lebih representatif,” ujarnya.
Endang juga menambahkan, pemilihan lokasi di Waterboom Asy-Syifa didasarkan pada keinginan untuk menciptakan suasana yang lebih tenang, khidmat, dan kondusif demi menghasilkan keputusan-keputusan strategis.
Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa musyawarah adalah bagian penting dari siklus organisasi dalam membangun masjid yang lebih baik.
“Apa yang telah tercapai mari kita syukuri dan tingkatkan. Yang belum tercapai, jadikan evaluasi untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi, partisipasi aktif dari semua unsur, serta memperluas representasi dalam kepengurusan — mulai dari tokoh masyarakat, RT/RW, kelurahan, hingga instansi terkait — agar Masjid Agung benar-benar menjadi pusat peradaban umat yang inklusif.
Bupati Dony menyoroti pentingnya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam pengelolaan masjid ke depan. Ia mendorong seluruh peserta Mubes untuk membuka diri terhadap gagasan baru dan memperkuat sinergi antara pengurus, jamaah, serta masyarakat umum.
“Ketika program kerja disusun dengan baik, dijalankan dengan penuh amanah, dan masjid mampu memberikan kenyamanan beribadah, maka insyaallah keberkahan dan ridha Allah akan menyertai kita semua,” pungkasnya.
Mubes ini menjadi momen strategis untuk memperkuat peran Masjid Agung sebagai motor penggerak nilai-nilai keislaman, sosial kemasyarakatan, dan pendidikan di tengah dinamika zaman yang terus berkembang. ***


















