Arab Saudi, 10 Juni 20205 – Sejumlah jemaah haji asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengeluhkan keterlambatan distribusi makanan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kekacauan distribusi paling mencolok terjadi pada hari ini, ketika jatah makan sore justru diberikan pada malam hari, selepas waktu Magrib.
Tatang Bunyamin, Karom 4 Kloter 17 Embarkasi Kertajati (KJT), mengungkapkan bahwa jadwal makan yang sebelumnya selalu tepat waktu kini mengalami perubahan yang cukup mengganggu kenyamanan para jemaah.
“Hari ini sangat kacau. Jatah makan siang yang seharusnya dibagikan mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WAS, baru diberikan sekitar pukul 19.30 WAS. Ini seharusnya sudah masuk waktu makan malam,” ujar Tatang, Selasa (10/6/2025).
Ia meminta agar pihak penyedia konsumsi, dalam hal ini Syarikah (penyedia layanan katering jemaah), segera melakukan evaluasi dan kembali menyesuaikan jadwal distribusi makanan seperti semula.
“Saya mohon kepada Syarikah agar pemberian nasi dilakukan sesuai jadwal yang biasa, jangan sampai kacau seperti ini. Kalau sampai ada jemaah yang sakit karena makan tidak sesuai waktu, jangan salahkan kami selaku pembimbing. Yang bertanggung jawab adalah pihak Syarikah,” tegas Tatang.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang sensitif terhadap keterlambatan makan. Pihak kloter berharap segera ada klarifikasi dan perbaikan dari otoritas terkait agar kejadian serupa tidak terulang, sehingga pelayanan kepada jemaah tetap optimal hingga akhir pelaksanaan ibadah haji. ***


















