Indeks
Bisnis  

Dekopinda Sumedang Gelar Rakerda, Dorong Koperasi Kuat dan Adaptif di Era Digital

Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengusung tema “Terwujudnya Gerakan Koperasi Kabupaten Sumedang yang Kuat, Mandiri, Modern dan Berdaya Saing dalam Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Kopkar PT PLN (Persero) Sumedang, Sabtu (18/04/2026).
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengusung tema “Terwujudnya Gerakan Koperasi Kabupaten Sumedang yang Kuat, Mandiri, Modern dan Berdaya Saing dalam Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Kopkar PT PLN (Persero) Sumedang, Sabtu (18/04/2026).

SUMEDANGDewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengusung tema “Terwujudnya Gerakan Koperasi Kabupaten Sumedang yang Kuat, Mandiri, Modern dan Berdaya Saing dalam Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Kopkar PT PLN (Persero) Sumedang, Sabtu (18/04/2026).

Rakerda tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang. Turut hadir Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Barat serta para peserta dari koperasi se-Kabupaten Sumedang.

Ketua Dekopinda Kabupaten Sumedang, Aa Kartiwa, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerda merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dijalankan setelah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).

“Ini dalam rangka kegiatan rapat kerja daerah karena aturan organisasi. Setelah Rakerwil, dilanjutkan dengan Rakerda. Namun, Rakerda kali ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan lebih diawali dengan doa bersama dan tausiah secara dominan, kali ini Dekopinda tetap mempertahankan unsur tersebut namun lebih menitikberatkan pada substansi rapat kerja.

“Doa bersama dan tausiah tetap ada, tetapi sekarang kita lebih fokus pada rapat kerja daerah untuk mendapatkan inspirasi dan aspirasi dari gerakan koperasi. Kita ingin menentukan arah koperasi Sumedang ke depan. Ini momentum penting untuk mendorong koperasi agar lebih maju,” tambahnya.

Rakerda ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang merupakan anggota Dekopinda Kabupaten Sumedang. Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan sejumlah strategi sebagai keputusan bersama guna memperkuat peran koperasi di daerah.

Secara keseluruhan, jumlah koperasi yang terdaftar di Kabupaten Sumedang mencapai sekitar 1.083 unit, dengan 320 di antaranya tergabung dalam Dekopinda. Dari jumlah tersebut, sekitar 85 koperasi tercatat aktif.

“Kami mengundang 85 koperasi aktif, ditambah koperasi mitra baru, KDMP, dan koperasi lainnya agar ke depan mereka juga dapat berada di bawah naungan Dekopinda,” jelas Aa Kartiwa.

Ke depan, Dekopinda Kabupaten Sumedang menargetkan penguatan koperasi dari berbagai aspek, terutama dalam manajemen dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.

“Harapan kami, pertama, koperasi semakin kuat dari sisi manajerial. Kedua, kita tidak alergi terhadap digitalisasi. Targetnya, pada tahun 2030 koperasi sudah bisa mandiri,” pungkasnya.

Melalui Rakerda ini, gerakan koperasi di Kabupaten Sumedang diharapkan semakin solid dan mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang adil serta berkelanjutan.***

Exit mobile version