BANDUNG, Sabtu (30/5/2026) – Gelandang PERSIB Bandung, Dedi Kusnandar, mengaku terharu setelah menjadi bagian dari generasi emas Maung Bandung yang sukses meraih hattrick gelar juara pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Pencapaian tersebut disebutnya sebagai mimpi yang menjadi kenyataan setelah melalui perjalanan panjang, penuh tantangan, dan berbagai ujian selama lebih dari satu dekade membela PERSIB.

Pemain yang akrab disapa Dado itu mengaku tidak pernah membayangkan bisa merasakan kesuksesan sebesar ini. Sejak bergabung dengan Persib Bandung pada 2015, ia harus menyaksikan tim kebanggaannya meraih gelar Liga Super Indonesia 2014 tanpa dirinya menjadi bagian dari skuad juara.

Meski demikian, Dado tetap mencatatkan momen manis ketika untuk pertama kalinya merasakan atmosfer juara bersama PERSIB pada ajang Piala Presiden 2015.

“Pasti perasaannya ya terharu dan enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Dado dengan mata berkaca-kaca.

Dado mengungkapkan perjalanan kariernya di PERSIB tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat kehilangan tempat di tim utama, mengalami cedera serius, hingga menerima kritik dan keraguan dari sejumlah pihak.

“Tahun-tahun sebelumnya sempat mau putus asa, apalagi dengan beberapa pihak yang meremehkan. Kepikiran aja enggak sampai (bisa sesukses ini), maksudnya sampai mau pindah klub,” katanya.

Namun, kecintaannya terhadap PERSIB membuatnya memilih bertahan dan terus berjuang. Kesabaran tersebut akhirnya berbuah manis ketika ia turut mengantarkan Maung Bandung meraih gelar juara dalam laga-laga penuh tekanan, termasuk menghadapi Borneo FC.

“Buah kesabaran bertahan di PERSIB dan alhamdulillah akhirnya dikasih lebih. Yang tadinya cuma minta satu, malah dikasih lebih,” ungkapnya.

Perjuangan Dado semakin berat setelah dirinya dihantam cedera serius yang mengancam performanya. Ia mengakui proses pemulihan fisik dan mental menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang karier profesionalnya.

“Pasti ada proses, apalagi saya kembali dari cedera. Pasti mengembalikan kembali itu tidak mudah, apalagi cedera bukan cedera ringan. Tapi melalui proses yang cukup panjang, alhamdulillah bisa dapat rezeki lagi. Tidak semua pemain bisa menghadapi hal seperti itu,” tuturnya.

Kisah Dedi Kusnandar menjadi gambaran bahwa kerja keras, kesabaran, dan loyalitas mampu mengantarkan seorang pemain melewati berbagai rintangan hingga mencapai puncak kesuksesan bersama klub yang dicintainya.***