SUMEDANG, Senin (25/05/2026) – Sebanyak 100 peserta terpilih mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Program yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, di Aula Tampomas PPS Sumedang itu bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja guna menekan angka pengangguran dan memenuhi kebutuhan dunia usaha serta industri.
Pelatihan menghadirkan sejumlah program keterampilan sesuai kebutuhan industri, di antaranya Penyiapan Produk Pastry dan Kue II, Menjahit Dasar Pakaian Pria dan Wanita III, Perbaikan Minuman Kopi (Barista), Desain Grafis untuk Content Creator, hingga Operator Forklift.
Sejumlah perusahaan dari Kabupaten Sumedang maupun luar daerah turut hadir mendukung pelaksanaan program peningkatan kualitas tenaga kerja berbasis kompetensi tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat, mengatakan pelatihan merupakan bagian dari program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja berbasis unit kompetensi tahap II yang seluruh kegiatannya dilaksanakan di BLK Kabupaten Sumedang.
“Tujuan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga mampu mengurangi angka pengangguran serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur,” ujar Taufik.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya mendukung pengentasan pengangguran dan mendukung Asta Cita Pemerintah Pusat menuju Indonesia Emas 2045.
Taufik menjelaskan, rangkaian pelatihan dimulai sejak 25 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 13 Juli 2026. Peserta akan mengikuti materi non-unit kompetensi maupun unit kompetensi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Sekda Sumedang Dr. Hj. Tuti Ruswati menyebut program pelatihan menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama lulusan SMK agar siap memasuki dunia kerja.
“Hari ini saya mewakili Pak Bupati membuka program pelatihan berbasis sertifikasi bagi para lulusan SMK. Pendaftarnya luar biasa, mencapai sekitar 2.000 orang, dan yang lolos seleksi sebanyak 100 orang,” kata Tuti.
Ia menegaskan kompetensi menjadi faktor utama dalam menghadapi persaingan kerja karena industri membutuhkan tenaga kerja terampil yang siap pakai, bukan hanya lulusan dengan kemampuan akademik.
“Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen terus membuka pelatihan seluas-luasnya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Karena lulusan sekolah saja ternyata belum cukup memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.
Tuti menambahkan, program pelatihan telah dirancang berdasarkan konsep link and match antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perusahaan seperti Gabudahun, Litex, dan Kordon ikut mendukung pelaksanaan pelatihan, khususnya pada bidang operator forklift dan keterampilan teknis lainnya.
Terkait kondisi ketenagakerjaan, Tuti menyebut angka pengangguran di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan dari sekitar 6 persen menjadi 5 persen pada tahun 2026.
“Alhamdulillah angka pengangguran di Sumedang relatif turun sekitar satu persen. Mudah-mudahan tahun depan bisa terus ditekan hingga 3 sampai 2 persen melalui berbagai program pelatihan berbasis vokasi agar tenaga kerja terserap oleh dunia usaha dan industri,” pungkasnya.***
