• ºc,
  • Selasa, 16 Jul 2024
6 Mei 2010 15:18 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: Redaksi
[caption id="attachment_2059" align="alignleft" width="285" caption="Nadi Bercerita Banyak Tentang Batik Sumedang"][/caption] SumedangOnline.com - KAMIS. Bypass--Ciri Batik Sumedang kebanyakan di dominan warna merah, seperti yang dihasilkan oleh Ibu Ina Maryana di Desa Cimatuk Kec. Pamulihan. Hal tesebut dikemukakan oleh Pa Nedi Koordinator Penyelenggara Seni Batik, dalam Gelaran  Festival dan Lomba Seni Siswa SMP Nasional (FLS2N) yang berlangsung hari ini, kamis (06/05) di SMPN 8 Sumedang - Jl. Bypass – Mekarsari  – Kelurahan Situ Sumedang Utara. Meskipun menurutnya masih ada sedikit campuran dari Cirebonan, seperti motif mega mendung. “Tetapi ada sedikit Campuran  dari Cirebonan dimana di Motif Cadaspangeran itu ada semacam motif mega mendung, itukan ciri khas batik Cirebonan”Ujar Nedi. Nedi pun menuturkan akibat bersaing ketatnya dengan produksi batik tekstil, akhirnya batik sumedangan yang menggunakan teknologi sederhana itu harus gulung tikar, itu terjadi sekira tahun 2004, dan sampai tahun 2010 ini belum ada lagi generasi batik sumedangan. Seperti harapan, Rizki Marlina salahsatu Siswa Dari SMPN1 Darmaraja yang mengharapkan dari diadakannya Festival dan Lomba Seni Siswa SMP Nasional tersebut, semoga berbagai seni dan budaya yang ada di Sumedang dapat mendunia, termasuk batik sumedang, diantaranya./SUMEDANG ONLINE

Nadi Bercerita Banyak Tentang Batik Sumedang

SumedangOnline.com – KAMIS. Bypass–Ciri Batik Sumedang kebanyakan di dominan warna merah, seperti yang dihasilkan oleh Ibu Ina Maryana di Desa Cimatuk Kec. Pamulihan. Hal tesebut dikemukakan oleh Pa Nedi Koordinator Penyelenggara Seni Batik, dalam Gelaran  Festival dan Lomba Seni Siswa SMP Nasional (FLS2N) yang berlangsung hari ini, kamis (06/05) di SMPN 8 Sumedang – Jl. Bypass – Mekarsari  – Kelurahan Situ Sumedang Utara.

Meskipun menurutnya masih ada sedikit campuran dari Cirebonan, seperti motif mega mendung.

“Tetapi ada sedikit Campuran  dari Cirebonan dimana di Motif Cadaspangeran itu ada semacam motif mega mendung, itukan ciri khas batik Cirebonan”Ujar Nedi.

Nedi pun menuturkan akibat bersaing ketatnya dengan produksi batik tekstil, akhirnya batik sumedangan yang menggunakan teknologi sederhana itu harus gulung tikar, itu terjadi sekira tahun 2004, dan sampai tahun 2010 ini belum ada lagi generasi batik sumedangan.

Seperti harapan, Rizki Marlina salahsatu Siswa Dari SMPN1 Darmaraja yang mengharapkan dari diadakannya Festival dan Lomba Seni Siswa SMP Nasional tersebut, semoga berbagai seni dan budaya yang ada di Sumedang dapat mendunia, termasuk batik sumedang, diantaranya.

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial