Sumedangonline.com. Tenaga Kerja Indonesia asal Sumedang dikhabarkan dalam 10 tahun ini tanpa khabar berita.  Menurut salah seorang warga di Tomo, keluarganya yang menjadi TKI di Malaysia sudah 10 tahun tanpa khabar berita. Adalah Een Suherni (52), tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Malaysia, warga Desa Cipeles, Kec. Tomo, Kab. Sumedang, tanpa ada khabar keberadaannya selama 10 tahun terakhir ini padahal pihak keluarga sudah berusaha mencari cara untuk mengetahui keberadaannya. Menurut Toto Haryanto, Suami Een pihaknya tidak mengetahui tempat kerja istrinya sehingga sulit untuk mengetahui dimana kebaradaannya sekarang.  Permohonan bantuan kepada pihak penyalur tenaga kerjapun tak membuahkan hasil sebab pihak penyalur sendiri tidak bisa memenuhi permohonannya dengan berbagai alasan. Maraknya informasi di berbagai media masa tentang TKI menyulut semangat baru bagi Toto untuk mencari tahu keberadaan dan nasib sang istri.  Hal yang sama diakui Nani yang saat ini sudah berusia 18 tahun anak Een.  Dia berharap ibunya bisa diketahui nasibnya apalagi dia berharap ibunya bisa kembali pulang. Een terakhir meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai TKW di Malaysia 10 tahun silam. Kepada keluarga, ia mengaku disalurkan melalui PJTKI Kemuning yang berada di Cakung, Jakarta Timur dan akan ditempatkan di Kuching, Malaysia. Sesampai di Malaysia menurut Toto istrinya sempat member khabar bahwa ia sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah warga keturunan India.  Namun komunikasi terputus setelah 4 bulan kemudian, dan sampai saat ini tak diketahui lagi khabarnya.
/SUMEDANG ONLINE

1 Orang TKW asal Sumedang tak tahu nasibnya

Sumedangonline.com. Tenaga Kerja Indonesia asal Sumedang dikhabarkan dalam 10 tahun ini tanpa khabar berita.  Menurut salah seorang warga di Tomo, keluarganya yang menjadi TKI di Malaysia sudah 10 tahun tanpa khabar berita.

Adalah Een Suherni (52), tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Malaysia, warga Desa Cipeles, Kec. Tomo, Kab. Sumedang, tanpa ada khabar keberadaannya selama 10 tahun terakhir ini padahal pihak keluarga sudah berusaha mencari cara untuk mengetahui keberadaannya.

Menurut Toto Haryanto, Suami Een pihaknya tidak mengetahui tempat kerja istrinya sehingga sulit untuk mengetahui dimana kebaradaannya sekarang.  Permohonan bantuan kepada pihak penyalur tenaga kerjapun tak membuahkan hasil sebab pihak penyalur sendiri tidak bisa memenuhi permohonannya dengan berbagai alasan.

Maraknya informasi di berbagai media masa tentang TKI menyulut semangat baru bagi Toto untuk mencari tahu keberadaan dan nasib sang istri.  Hal yang sama diakui Nani yang saat ini sudah berusia 18 tahun anak Een.  Dia berharap ibunya bisa diketahui nasibnya apalagi dia berharap ibunya bisa kembali pulang.

Een terakhir meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai TKW di Malaysia 10 tahun silam. Kepada keluarga, ia mengaku disalurkan melalui PJTKI Kemuning yang berada di Cakung, Jakarta Timur dan akan ditempatkan di Kuching, Malaysia. Sesampai di Malaysia menurut Toto istrinya sempat member khabar bahwa ia sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah warga keturunan India.  Namun komunikasi terputus setelah 4 bulan kemudian, dan sampai saat ini tak diketahui lagi khabarnya.