Home / OLAHRAGA

Selasa, 29 Mei 2012 - 16:03 WIB

SMKN Sukatali hadang Smandar



TERLUKA – Sandi Fadilah putra mantan anggota DPRD Sumedang, terkena pukulan dipipi hingga terluka oleh oknum siswa SMKN Sukatali saat penghadangan di jalan Eba, Senin (28/5).

CISITU – Lebih dari lima puluh motor yang dikemudikan SMK Negeri Sukatali menghadang SMA Negeri Darmaraja, di betulan tanjakan Eba, Dusun Nangerang, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu. Penghadangan dipicu kalahnya tim kesebalasan SMK Negeri Sukatali 1:6 dalam pertandingan sepakbola Liga Pelajar Indonesia (LPI), di Lapang Tanuwijaya, Desa Situraja, Kecamatan Situraja, sekitar pukul 12.30, Senin (28/5).
Tidak hanya melakukan penghadangan menurut beberapa sumber Sumeks, oknum siswa  SMK Negeri Sukatali pun melakukan pemukulan dan pelemparan batu terhadap rombongan penonton yang baru pulang dari Situraja. Akibatnya tiga orang pelajar dari SMA Negeri Darmaraja mengalami luka, dan dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Darmaraja.
Ketiga siswa yang luka tersebut yakni, Sandi Fadilah putra mantan anggota DPRD Sumedang, terkena pukulan dan lemparan kayu pada bagian pipi hingga luka, Iqbal mengalami luka memar di bagian punggung kena batu, bahkan menurut keterangan Iqbal, ada oknum siswa SMK Negeri Sukatali yang melakukan tendangan, hal yang sama terjadi pada Devi. Siswa kelas X ini, mengalami sakit dibahu kanan terkena pukulan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri Darmaraja, Eka Yonanta SPd, membenarkan kejadian tersebut. Bahkan dirinya sempat curiga ketika memasuki babak kedua, sejumlah penonton dari SMK Negeri Sukatali yang tadinya menyebar di lapangan, tiba-tiba terlihat berkumpul.
“Dalam pertandingan itu memang kondusif, meskipun kiper dari SMKN Sukatali mendapatkan kartu merah. Saya sempat mengkondisikan ke anak-anak jangan pulang dulu, karena ekses dibabak kedua itu sudah mulai kelihatan. Dari tadinya penonton sukatali itu menyebar di sisi lapangan, ini koq malah berkumpul. Seolah-olah-olah ada yang mengkoordinir, ayo kita kumpul. Melihat gejala itu saya menyuruh anak-anak agar pulang belakangan. Setelah agak sepi, kita pulang, untuk angkot pemain juga lagi pergi jadi tidak ada di tempat, kalau saat itu ada mungkin pemain saya dulu yang kena,” ujar Eka Yonanta.
“Saya segera ke pulang dan begitu sampai di Eba, saya melihat ada sekitar lima puluh atau mungkin ratusan motor yang menghadap ke timur. Kita sewaktu lewat memang diteriaki kata-kata yang bukan semestinya diucapkan pelajar. Sudah kita mengalah dan turun sampai di bawah warung dekat SMP Negeri 3 Cisitu,” lanjutnya.
Setelah di sekitaran SMP Negeri Cisitu itu, Yonanta pun mengontak polisi, namun kepolisian tak satupun yang datang. “Kalau nggak dihentikan oleh keamanan ini tidak bisa. Saya lantas minta kontak polsek Darmaraja agar mengontak Polsek Cisitu, agar segera menerjunkan personilnya untuk mengamankan. Udah beberapa kali ngontek ke mana-mana, ternyata polisi tidak ada yang datang, kejadianlah anak kita dilempar batu hingga luka, yaitu Iqbal,” ungkap Eka Yonanta.
Dilanjtukan Wakasek, melihat anak didiknya terluka pihaknya pun segera membawa korban ke Puskesmas Darmaraja. Kemudian ia mendengar kabar jika Polsek Cisitu telah tiba di TKP, namun siswa dari SMK Negeri Sukatali sudah tidak ada.
“Karena dari SMK Sukatali ada gurunya yang datang membubarkan, jadi pas polisi datang itu sudah tidak ada di tempat,” lanjutnya.
Wakasek pun mengaku kecewa dengan kesiapan panitia LPI, yang seakan memaksakan pertandingan itu tetap berlangsung. Pihak SMA Darmaraja sendiri mendapatkan informasi jika izin keamanan pun baru keluar. “Pengamanan dari kepolisian saat pertandingan itu tidak ada, selain itu PMI juga tidak ada. Izin keamannya juga katanya baru tadi keluar, jadi persiapannya itu tidak ada. Sepertinya itu terlalu dipaksakan,” kritiknya.
Semula SMA Negeri Darmaraja akan bertanding kembali dengan SMA Negeri Situraja namun karena kejadian itu, pihak SMA Negeri Darmaraja saat audensi dengan Panitia di Mapolsek Cisitu, meminta agar pertandingan dihentikan dan dilanjutkan hari ini. “Saya bilang takutnya nanti kejadian penonton malah merembet ke pemain, dengan main kasar akan memancing keributan lagi. Saya minta stop, SMA Darmaraja dengan Situraja jangan dulu main hari ini (kemarin), dan kata Pak Uut panitia LPI, menyanggupi besok (hari ini) dilanjtukan namun dengan syarat tanpa penonton,” jelas Wakasek.
Sementara itu Kapolres Sumedang, AKBP Eka Satria Bhakti SIK, melalui Kapolsek Cisitu, Ipda Bambang Sulihno, membenarkan kejadian tersebut. Munurut Bambang, kejadian tersebut buntut dari pertandingan sepakbola antara SMKN Sukatali dengan SMA Negeri Darmaraja, akhirnya terjadi penghadangan di daerah Pasiringkik.
“Kita gak tau persis berapa orangnya, cuman katanya banyak. Akhirnya tadi kedua belah pihak sekolah dipanggil ke Mapolsek termasuk dari Panitia juga, untuk mengamankan masing-masing siswanya dan yang luka diobati, ada yang luka tiga orang yang berat dan ringan semuanya dari SMA Negeri Darmaraja,”ungkap Kapolsek.
Menurut Kapolsek tidak ada pihak yang melakukan penuntutan mereka berjanji akan melakukan pengamanan terhadap siswanya.”Himbauan dari kepolisian jangan sampai para guru melepas siswanya, agar diawasi dan kalau menjadi supporter, para gurunya agar menjadi contoh jangan memanas manasi,”(ign)

Baca Juga  Minim Dukungan Pemda, IPSI Bidik Juara Umum di Popwil
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

OLAHRAGA

Hadiri Nobar Final Piala AFF, Bupati Sumedang: sebagai ajang hiburan dan keakraban
Setelah sempat tertunda, akhirnya PSSI memutuskan untuk menggelar kompetisi 2021-2022 di tengah pandemi covid-19 pada 20 Agustus mendatang.

OLAHRAGA

PSSI Umumkan 20 Agustus Kick-OFF Liga 1 2021-2022

OLAHRAGA

Ineu minta Sub Pon Sumedang telusuri praktik pungutan pada atlet PON

OLAHRAGA

Doni: Kejuaraan Putra Sunda Cup III Sarana Pembinaan

OLAHRAGA

Kemenpora dan DPR RI Bahas Renovasi Gelora Bung Karno

OLAHRAGA

Sesmenpora Menerima Audiensi Ketua Tim SIMAN untuk Sinergikan Medsos

OLAHRAGA

Ketua Koni Usulkan Atlet Berprestasi Jadi PNS, Ini Jawaban Bupati Sumedang

OLAHRAGA

Putaran Akhir Seri 1, Perses Ditahan Imbang Prima Con FC 1-1