Sumedang

Gakin di Buahdua Belum Terima Balsem

Ilustrasi
BUAHDUA – Pemerintah sudah menaikan harga Bahan Bakar Minyak, di sisi lain rencana pemerintah pusat untuk memberikan dana stimulant melalui pembagian Bantuan Langsung Sementara Mandiri (Balsem) bagi beberapa kecamatan rupanya hingga saat ini belum terealisasi.
Di Kecamatan Buahdua, hingga saat ini sejumlah Keluarga Miskin yang menjadi salahsatu target penerima Balsem masih menunggu bantuan tersebut.
Salahsatunya, Odah, warga Desa Buahdua, Kecamatan Buahdua ia mempertanyakan kapan Balsem akan digulirkan pemerintah. Apalagi mereka menyaksikan di beberapa tayangan berita televise, daerah lain sudah mendapatkan bantuan tersebut.
Odah mengaku hingga saat ini, meski dirinya sudah terdaftar sebagai penerima Balsem, namun bantuan tersebut belum diterimanya.
Belum cairnya, bantuan dari pemerintah tersebut dikeluhkan banya warga miskin di Kecamatan Buahdua. Mereka menyebutkan, imbas dari kenaikan harga BBM, harga bahan pokok mulai merangkak naik.
“Saurna teh bade aya bantuan deui kangge masyarakat saatosna BBM naek. Tapi naha nepi ayeuna sagagalana harga tos naraek bantosan eta teuacan katampi. Bade kumaha atuh kangge kaperiogian sapopoe. Pan ayeuna mah tos blak-blakan nanaon nu bade di peser hargana naek. Kaasup eta ongkos ge pan naekna meni ageung. Katanya mau ada bantuan lagi buat masyarakat sesudahnya BBM naik. Tapi kenapa sampai sekarang sampai semuanya harga sudah naik bantuannya belum diterima. Mau bagaimana buat kebutuhan sehari-hari. Kan sekarang sudah jelas apapun yang akan di beli harganya sudah naik. Termasuk ongkos juga sudah naik besar,” katanya kepada Sumeks, Senin (24/6).
Dadan, ketua RT dimana tempat tinggal Odah, menambahkan, pihak desa sampai sekarang belum mengetahui kapan bantuan tersebut akan cair. Padahal masyarakat sudah banyak yang menanyakan bantuan tersebut.
“Pihak desa juga belum mengetahui kapan bantuannya cair. Jadi kita hanya bisa menunggu saja,” terangnya.
Saat di konfirmasi ke Sekretaris Kecamatan Buahdua melalui selulernya, Beny Satriaji, membenarkan. Pihaknya pun sampai sekarang belum menerima sepeserpun bantuan tersebut. Bahkan untuk ketetapan harinya pun tidak ada kejelasan. Namun pihaknya tetap berusaha mempertanyakan hal tersebut agar secepatnya di terima masyarakat di Kecamatan Buahdua.
“Boro-boro nerima. Ketetapan kapan akan cairnya juga belum pasti. Saya juga merasa heran kenapa selalu begini. Saya kasihan kepada masyarakat yang membutuhkan kalau sudah begini jadinya. Apalagi kan harga sembako kini semakin mahal,” pungkasnya. (usp)

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Exit mobile version