Yogi sebut tidak logis kompensasi heuleur Rp 500 juta

SUMEDANG: Pihak Satker Jalan Tol Cisumdawu berjanji akan memberikan kompensasi terhadap kerugian yang diderita warga yang terkena banjir imbas dari disposal proyek jalan tol tersebut. Sebelumnya warga Desa Sukasirnarasa itu menuntut agar sawah dan penggilingan padi yang terkena imbas banjir bisa segera mendapatkan ganti rugi.

Namun khusus untuk penggilingan padi yang meminta ganti rugi sebesar Rp 500 juta dipandang pihak Satker Jalan Tol tidak logis, sehingga pihaknya akan menghitung kerugian tersebut. “Memang abdi teu narimana teh sababa teu rasional, (kerugian) penggilingan padi 500 juta (rupiah). Kirang kasirna lah, dalam artian kieu, cuman abdi insyaallah, siap. Abdi menggunakan insyaallah pun, bukan berjanji atau bolay. Tapi abdi siap hayu urang beresihan, ku abdi diberesihan, bapak mah calik,” terang Yogi perwakilan dari Satker Jalan Tol Cisumdawu di Balai Desa Sukasirnarasa, Kamis (23/11/2017).

Yogi memandang pengajuan ganti rugi yang diajukan pemilik penggilingan Asep Sutarya tidak rasional, untuk rumah sebesar Rp 200 juta dan penggilingan padi Rp 500 juta sehingga total Rp 700 juta.

Sementara untuk kompensasi sawah yang terendam akan segera diberikan sesuai dengan intruksi dari Dirjen Kementerian PU PR yang harus segera memberikan kompensasi. “Diputuskan, kesimpulan pak Dirjen menggunakan saluran sepanjang RCP keseluruhan, dalam artian keseluruhan saluran nantinya akan terbuka. Kedua, segera menginstruksikan untuk kompensasi sawah, dibereskan,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK