Bandung, 1 Juni 2025 — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan akan menerapkan jam masuk sekolah bagi siswa di seluruh Jawa Barat menjadi pukul 06.00 WIB. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai Senin hingga Jumat, sementara Sabtu dan Minggu ditetapkan sebagai hari libur untuk para pelajar.
“Seperti yang pernah saya lakukan ketika menjadi Bupati Purwakarta, jam pelajaran dimulai pukul 06.00 pagi dan berakhir pada hari Jumat,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Jabarprov.go.id pada Minggu (31/5).
Dedi Mulyadi menyatakan, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin dan produktivitas para siswa. “Tidak apa-apa mulai pukul 06.00, tapi belajarnya kan sampai Jumat,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi mengimbau para Bupati dan Wali Kota di seluruh Jawa Barat untuk menerapkan aturan serupa. “Saya mengajak kepada Bupati dan Wali Kota, hari belajarnya sampai hari Jumat, Sabtu dan Minggu libur,” katanya.
Ia berharap para kepala daerah di Jawa Barat dapat mendukung kebijakan jam masuk sekolah ini agar berjalan dengan baik di seluruh kabupaten dan kota. “Mudah-mudahan para Bupati/Wali Kota sama dengan Gubernur Jawa Barat,” pungkasnya.***



















Mau program apapun dari pemerintah selama memang untuk menciptakan generasi tangguh beradab pintar dan berakhlak, saya setuju saja. Apalagi kalau pemerintah juga mendukung terselenggaranya kehidupan di ranah lain, seperti terciptanya kehidupan di ranah ibu, di ranah suami, di ranah bapak dan tentu di ranah keluarga sebagai suatu institusi dasar untuk menciptakan dan mencetak generasi tersebut. Namun, selama kehidupan di ranah tadi tidak ikut di tata, diciptakan dengan baik lancar dan fan sentosa, maka program yang baik untuk pendidikan oun membutuhkan effort yang lebih dari keluarga. Khawatirnya, ketika kita menciptakan generasi tangguh, ada ranah ibu dan suami dan ayah yang tidak seimbang. Sehingga mana mungkin bisa menciptakan generasi tangguh jika institusi keluarga pun goyah. Singkat padat jelasnya, adalah, boleh masuk jam6 asalkan kesejahteraan terpenuhi karena tidak sedikit orang tua dan anaknya, bahkan, bekerja terlebih dahulu di pagi pagi buta demi untuk makan di hari itu. Tentu berikut untuk bekalnya, uang sakunya, ongkosnya dan lain lain. Mau masuk jam 6, ayo siapa takut? Tapi terapkan dulu sejahtera yg hakiki bagi kami
Ini sih ranah teknis ya. Sedangkan persoalan pendidikan hari ini bukan hanya terkait teknis, tapi juga masalah sistemik dan juga konsep pendidikan yang belum baik dan benar. Jika akar persoalan tidak tersentuh untuk diperbaiki, maka tataran teknis juga akan keteteran. Jadi tidak hanya ada niat baik, tapi juga harus disertai sistem yg solutif dan konsep yang terarah.
Ini sih ranah teknis ya. Sedangkan persoalan pendidikan hari ini bukan hanya terkait teknis, tapi juga masalah sistemik dan juga konsep pendidikan yang belum baik dan benar. Jika akar persoalan tidak tersentuh untuk diperbaiki, maka tataran teknis juga akan keteteran. Jadi tidak hanya ada niat baik, tapi juga harus disertai sistem yg solutif dan konsep yang terarah.
kalau alasannya untuk meningkatkan disiplin, maka harus dicari dulu latar belakang kenapa banyak anak-anak yang tidak disiplin. apakah dapat dipastikan kalau anak ke sekolah lebih pagi mereka akan lebih produktif?! apakah anak-anak akan disiplin kalau lebih pagi ke sekolah. lebih baik dicermati dan dipertimbangkan dulu dengan matang. kalau ingin anak disiplin, sebenarnya pembiasaan sholat wajib pun itu sudah menjadi awal yang baik. sayangnya, adakah pendidikan saat ini mengarah kepada penguatan akidah, penguatan ibadah dan taat Allah dan Rasulnya? Saatnya merenung.
Banyak faktor yg akan membentuk karakter anak didik, termasuk sikap disiplin. Pola asuh/pendidikan dari ortu & lingkungan termasuk didalamnya. Anak2 yg terbiasa hidupnya “ngagugulung” gadget, sangat sedikit waktu beristirahat di mlm hari, tak sedikit yg kesulitan untuk bangun pagi, apalagi belajar…