SUMEDANGONLINE.COM, SUMEDANG: Buahdua, Ujungjaya dan Tomo (BUTOM) diproyeksikan bakal menjadi kawasan oenyangga kebutuhan dari Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB). Hal itu dikatakan calon bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir.
Politisi PPP yang akrab disapa Doamu itu lebih lanjut menyebutkan salahsatu alasan dipilihnya Butom, lantaran kawasan tersebut sangat potensial. Untuk pengembangan daerah industri, dengan tanpa mengurangi luasan lahan produktif untuk pertanian sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTRW).
Jika kawasan itu ditata dengan baik, diharapkan menjadi daya tarik para investor dalam membuka perluasan lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Sumedang. “Selain itu, kami mendapatkan informasi bahwa BIJB menjadi bandara untuk pemberangkatan haji. Dalam hal ini, kami ingin menjadikan Ujungjaya sebagai embarkasi haji, dan kita harus punya Rumah Sakit Haji di sana,” kata Dony Ahmad Munir.
Sebut dia, kedepan pemberangkatan haji akan dilakukan dari BIJB. Peluang tersebut ini harus dimanfaatkan potensinya oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. “Bahkan Kami punya konsep membangun Rumah Sakit Haji di sana. Ketika musim Haji, bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan jemaah Haji, sementara di musim biasa, dapat dimanfaatkan oleh warga kita semuanya. Hal inimengingat saat ini banyak di antara warga masyarakat sekitar Tomo, Ujung, Jaya, Jatigede, Jatinunggal dan sekitarnya, kesulitan untuk mendapat layanan keehatan dan terpaksa harus ke Majalengka (Rumah Sakit Cideres),” tambahnya.
Meski demikian, untuk konsep tersebut harus terlebih dahulu dikomunikasikan dan dikonsolidasikan dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. “Karena hal ini merupakan kewenangannya ada di mereka,” sambung Anggota DPR RI ini.
Ditambah dia, exit toll di Ujungjaya nanti, bisa menjadi potensi wisata yang harus dikembangkan. Kuliner, tempat bermain, harus menjadi alternatif meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan potensi kebutuhan tenaga kerja. “Dan ini menjadikan peluang masyarakat Sumedang yang saat ini belum bekerja, bisa bekerja secara profesional yang berakhir pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumedang khususnya kawasan BUTOM,” tambah Doamu.
“Satu lagi, dalam rangkan meningkatkan kunjungan wisata, kami akan membangun arena pertunjukkan kuda renggong. Sebagai bagian dari festival dan gelar seni budaya tercatat pada kalender tahunan Event Visit Wonderfull Indonesia sebagai ikon kebudayaan dan daya tarik pariwisata sumedang,” tutupnya. *** RLS











Ti baheula jaman uing keur kuliah keneh Butom arek dijadikeun Kawasan Industri…nungguan Bandara Kerta Jati jadi kitu…???
Nu aya karek industri abu batu…padahal didinya aya buah Gedong Gincu na teu aya nu nyieun industri kalengan kitu??? Heug wae ayeuna mah Gedong Gincuna diaku ku Majalengka hiks…hiks…hiks
Aya Industri Chop stick oge teuing aya keneh kitu mamg Igun Gunawan..
Aya Rumah Sakit paling oge RS swasta..
Cing mamang Haji Kang Surahman Al Hajj, Industri naon anu cucok dikembangkeun dikawasan BUTOM teh, alihkeun wae Industi Minyak dan Gas bumi ti Indramayu ka Ujungjaya…hiks..hiks…hiks…dumeh aya potensina senah???
Ketika kita punya cerita, yang lain masih bersandiwara. bisanya cuma nyinyi saja… padahal seharusnya mereka sudah mulai, karena kemarin punya kuasa, pengambil kebijakan di sana…
Ujungjaya sejak awal diprediksi baik Dan Tepat sekali Bila dijadikan Daerah penyangga pergerakan Dan ksibukan Dari BIJB, Hal ini Sangat perlu d Kaki Dengan Catatan pelaku lokal yg mendominasi sebagai pelaksana pergerakan ekonomi sosial tsb, untuk Itu Dari semenjak dini Warga lokal wajib diberikan penularan pengetahuan Dan teknologi yg bisa menunjang Hal tersebut, Serta penempatan org lokal yg Tepat Pada posisinya kelak dikemudian hari Bila Wilayah tsb Telah berkembang. Jangan biarkan aset lokal Serta hasilnya di serap OLEH Warga luar Daerah, ingat PAD smd itu kecil, saat ini Warga smd perlu peningkatan ekonomi Dan percepatan usahanya.
Jadi masalah selama ini yang punya modal besar orang luar non pribumi sedangkan orang bumi jadi pekerjanya? seperti selama ini yang investansi di tangerang kebanyakan WNA dari Jepang, Korea, China, Taiwan, Australia, Amerika Singapura, India seperti yang ada di tempat kerja saya Kawasan Industri Millennium kebanyakan punya pabrik WNA.
Itu yg Mmbahayakn ekonomi lokal… Uang tdk diserap lgi OLEH Daerah sndiri. Imbasnya pmbangunan hnya d lakukan OLEH pmerintah saja org lokal Mati kutu, hnya jdi tukang blnja sj
betul kang, pemda setempat hanya dapat dari pajak saja dan denda bila ada pabrik yang langgar aturan? sekarang siapa orang pribumi berani buka kawasan industri karena nilai investasi bisa sampai 1 T? seperti kawasan industri di kendal utk group dari Jayabeka (Cikarang) yang bangunnya.
Banyak yg bisa Di terapkan Bila BIJB sudah jalan, yg Harus d waspadai iyalah pindahnya aset Warga di miliki org luar smd. Itu yg jangan. Ini berdampak akan pindahnya income PAD smd ke wilayah lain. Alhasil sumedang tetap Miskin warganya
Jadikan kawasan industri terpadu dengan segala fasilitasnya, sebagai contoh kawasan industri kendal mempunyai pelabuhan selain di bangun kawasan industri dibangun juga perumahan, pusat niaga, pusat pendidikan, rumah sakit dll. pasti Sumedang bisa maju pesat. Karena dengan ada kawasan industri bakal banyak lowonga kerja selain dibangun pergudangan dan kavling industri (pabrik).