Amin Dicokok KPK, Demokrat Pastikan Elektabilitas Cabup Ini Tak Terganggu

BANDUNG – Kontestasi politik jelang pemilihan kepala daerah di kabupaten Sumedang dan Kuningan menghangat pasca operasi tangkap tangan (OTT) pada salahseorang kader partai Demokrat Amin Santono. Anggota Komisi XI DPR RI itu terkena OTT KPK pada Jumat malam (4/5/2018) bersama delapan orang lainnya.

Seperti diketahui Anak Amin Santono, Yosa Octora Santono, maju sebagai kandidat wakil bupati Kuningan berpasangan dengan Toto Taufikurohman Kosim. Mereka diusung empat partai politik PKB, Demokrat, PKS dan PPP. Meski Amin tertangkap tangan KPK, ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Irfan Suryanagara memastikan elektabilitas Yosa tidak akan terganggu akibat adanya peristiwa tersebut. Irfan beralasan, apa yang menimpa Amin merupakan tanggung jawab pribadi. Dia pun meminta seluruh kader Demokrat di Kuningan untuk bahu membahu mendukung dan memenangkan Yosa.

Sebelumnya, KPK menetapkan Amin Santono, Eka Kamaluddin dan Yaya Purnomo ‎sebagai tersangka kasus dugaan suap usulan dana perimbangan RAPBN-P tahun anggaran 2018 dan Ahmad Ghiast sebagai tersangka pemberi suap.

Ahmad Ghiast juga disebut sebut merupakan simpatisan salahsatu pasangan calon bupati di kabupaten Sumedang. Dia kerap memberikan sumbangan mengatasnamakan pasangan yang didukungnya. Imbas dari kasus ini dua ruangan di Kantor Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Sumedang disegel KPK. Kedua ruangan itu yakni ruang kasubag program dan ruang kepala dinasnya.

Selain itu salahsatu ruangan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumedang juga disegel KPK. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK