SUMEDANGONLINE, KOTA – Kepala Desa Mekarjaya Dudung berharap adanya perhatian dari pemerintah Kabupaten Sumedang untuk dapat membuka akses jalan ke situs Benteng Batre yang ada di di Blok Panganduan Hayam, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Selatan.
“Kita sudah mengajukan untuk mendapat akses sampai ke sini, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” kata Dudung saat dikonfirmasi.
Bahkan di lokasi tersebut disebutkannya cocok untuk lokasi Paralayang, hal itu setelah dirinya mengadakan konsultasi dengan atlet Paralayang Sumedang Aries. Namun demikian agar lebih memudahkan akses maka harus dibuatkan terlebih dahulu jalan ke area itu.
“Saya pernah mengajak Pak Aries Paralayang untuk datang ke sini, apakah ini bisa dipakai untuk Paralayang, kata dia bisa hanya saja yang pertama akses jalan dulu yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Karena pemandangannya yang Indah, Dudung pun merencanakan lokasi itu akan dijadikan bumi perkemahan di lokasi situs tersebut.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara menemukan situs yang mereka namakan Benteng Batre. Adanya penemuan situs itu dibenarkan Cece Saepudin selaku Kasie Kesenian Disbudparpora Bidang Kebudayaan Kabupaten Sumedang.
Disebutkan dia, beberapa waktu lalu pihaknya memang telah mendapatkan laporan dari Desa Mekarjaya perihal adanya bangunan yang mirip benteng. “Maka, dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Bidang Kebudayaan dan Muskala mengadakan kunjungan ke sana dan melihat bahwa secara riil bangunan itu memang betul suatu bangunan yang mana diperkirakan menyamai dengan situs-situs yang ada di kabupaten Sumedang,” kata Cece saat dikonfirmasi Sumedang Online, siang ini (24/7/2018).
Meski demikian pihaknya belum dapat memastikan apakah Situs Banteng Batre itu ada kaitannya dengan sejumlah situs serupa yang telah ada di kabupaten Sumedang seperti yang ada di Gunung Kunci, Palasari dan Gunung Gadung.
”Karena yang menentukan apakah ada kaitan itu, nanti dari BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) yang akan memberi keterangan, apakah bangunan itu betul-betul satu situs yang sangat berhubungan dengan keadaan situs-situs di kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Dikatakan Cece, pihaknya sudah memberikan laporan terkait hal itu pada BPNB Jawa Barat, namun hingga saat ini progresnya belum diketahui. “Kita sudah memberikan laporan, tetapi tentang pelaksanaan ke sininya belum. Apakah mereka langsung ke lokasi atau belum, kami tidak tahu jadwal,” tambahnya.
Disinggung perhatian apa untuk situs tersebut yang sudah dilaksanakan pihak Disbuparpora Kabupaten Sumedang. Cece menyebutkan pihaknya hanya baru sebatas pelaksanaan pemeliharaan dan pelestarian yang dilakukan pihak desa dan kecamatan untuk memelihara bangunan tersebut. “Kalau dari segi anggaran kita belum,” tutupnya. ***
