Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Selasa, 26 Mei 2020 - 20:51 WIB

Suami Pulang Merantau Malah Bingung Balik, IRT di Cigobang Berharap Kehidupan Kembali Normal

Sejumlah ibu rumah tangga di RT 003/004 Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas mengaku kebingungan pasca suaminya pulang merantau. Alasannya kini para suami mereka tak bisa berangkat ke tempat mereka bekerja, karena alasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

SEJUMLAH IBU RUMAH TANGGA DI RT 003/004 DUSUN CIGOBANG, DESA CIKONDANG, KECAMATAN GANEAS MENGAKU KEBINGUNGAN PASCA SUAMINYA PULANG MERANTAU. ALASANNYA KINI PARA SUAMI MEREKA TAK BISA BERANGKAT KE TEMPAT MEREKA BEKERJA, KARENA ALASAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB). SEJUMLAH IBU RUMAH TANGGA DI RT 003/004 DUSUN CIGOBANG, DESA CIKONDANG, KECAMATAN GANEAS MENGAKU KEBINGUNGAN PASCA SUAMINYA PULANG MERANTAU. ALASANNYA KINI PARA SUAMI MEREKA TAK BISA BERANGKAT KE TEMPAT MEREKA BEKERJA, KARENA ALASAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB).: Sejumlah ibu rumah tangga di RT 003/004 Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas mengaku kebingungan pasca suaminya pulang merantau. Alasannya kini para suami mereka tak bisa berangkat ke tempat mereka bekerja, karena alasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).


SUMEDANG – Sejumlah ibu rumah tangga di RT 003/004 Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas mengaku kebingungan pasca suaminya pulang merantau. Alasannya kini para suami mereka tak bisa berangkat ke tempat mereka bekerja, karena alasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Banyak para suami di sini yang hampir semuanya merantau. Ada yang merantau di Lubuk Linggau, Riau, Jambi, sebagian besar bekerja di rantau,” ujar Sopiah.

Hal sama disampaikan Eem, yang mengaku suaminya bekerja di pabrik tahu di Surabaya. Rencananya suaminya yang sudah tiga bulan berada di Kampung Halaman akan kembali ke tempat kerjanya namun mendapatkan informasi jika mereka harus mengurus berbagai persyaratan agar dapat lolos dari pemeriksaan.

Baca Juga  #LawanCorona Masuk Gang Kecil Yonif 301/PKS Sumedang Bagikan Sembako

Mangkaning ayeuna ge bade angkat ge, tong waka angkat da sesah diperjalanna, nya rek kumaha. Pan barangtuang mah kedah. Tos ampir tilu sasih,” ujar Eem.

Saat ini para suami mereka untuk mengisi kekosongan memilih untuk bertani, itu pun jika ada yang menyuruh. Jika tidak, para suami mereka pun menganggur. “Mangkaning gaduh murangkalih sakola biayaaneun,” imbuh Sopiah lagi,

Baca Juga  Peringati HPN, Forkowas Bakal Gelar Doa Bersama

Mereka berharap wabah pandemi Coronavirus Disease segera menghilang, agar kehidupan mereka kembali normal. Karena jika terus mengandalkan bantuan dari pemerintah mereka pun mengaku tak mungkin terus berpangku tangan. “Pami dipasihan wae ku nagara oge, karunya deuih. Mending ge panyawat geura teu aya, usaha sing lancar deui kumaha we jalanna,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ini perkembangan elepasi air Jatigede hari ini

Pilihan Redaksi

Warga Ciherang usulkan direlokasi masih di wilayah desanya

Pilihan Redaksi

Mulai 18-31 Maret, ASN di Sumedang Berkesempatan Kerja dari Rumah

Pilihan Redaksi

Hujan mulai guyur Sumedang

SUMEDANG

Kemenag Sumedang, Sosialisasi UU dan PP tentang Pendidikan
H. Karnadi, pelaksana Camat Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang

Pilihan Redaksi

Selama PSBB, Camat Tanjungmedar Sumedang: Tak Ada yang Terpapar Corona

KABAR DARI GEDUNG NEGARA

Wabup serahkan kompensasi jabatan untuk desa terhapus
Ketua Baznas Sumedang, Ayi Subhan

SUMEDANG

Besaran Nilai uang Zakat Fitrah di Sumedang Rp30 ribu