Home / SUMEDANG

Senin, 19 Oktober 2020 - 18:36 WIB

Bangunan Liar di Kebun Teh Margawindu Diberi Waktu 6 Hari Untuk Bongkar Sendiri

Suasana rapat penataan kawasan Wisata Cisoka Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan di Ruang Rapat Kareumbi Setda Kabupaten Sumedang, Senin 19 Oktober 2020.

IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE BAHAS: Suasana rapat penataan kawasan Wisata Cisoka Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan di Ruang Rapat Kareumbi Setda Kabupaten Sumedang, Senin 19 Oktober 2020.


KOTA, SUMEDANGONLINE — Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan memimpin Rapat Pembahasan Penataan Kawasan Wisata Cisoka Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan di Ruang Rapat Kareumbi Setda Kabupaten Sumedang, Senin 19 Oktober 2020.

Rapat ini, terkait banyaknya bangunan liar yang berdiri dan dinilai telah merusak sumedangonline.com/tag/kebun-teh-margawindu/">Kebun Teh Margawindu. Dan hasil rapat itu, diputuskan untuk dibuat surat perintah pembongkaran bangunan liar oleh setiap pendirinya, dalam batas waktu enam hari atau hingga Minggu 25 Oktober 2020.

“Kalau masih belum dibongkar juga, hari Senin (26/10) kami akan rapat kembali dan Selasa (27/10) akan kita bongkar. Itu ada 40 bangunan seperti vila ataupun tempat istirahat. 41 tempat selfie dan 24 warung-warung,” kata Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan disela rapat yang dihadiri juga Kadisbudparpora, Kadis Perkim, Satpol PP, Plt Kadis Perizinan, Kabag Tapem Setda Sumedang, Sekdis LHK, Forkopincam Sumedang Selatan serta kepala Desa Citengah.

Baca Juga  Pra Kongres Sunda 2020 di Sumedang Fokus Bahas Pertanian dan Ketahanan Pangan

“Namun untuk warung-warung untuk perekonomian di sana dan tempat selfie, kita berikan kesempatan mereka sampai ada kekuatan hukum jelas. Karena kita juga sedang mengusulkan ke pemerintah pusat untuk HPL-nya ya. Tapi untuk bangunan tidak ada tawar-menawar, karena banyak kebun teh yang dibabad. Kita akan kembalikan fungsinya kebun teh itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Citengah Otang Sumarna mengatakan, permasalahan itu terjadi karena adanya pengrusakan sumedangonline.com/tag/kebun-teh-margawindu/">Kebun Teh Margawindu yang dipergunakan kepentingan pribadi. Dari hasil koordinasinya, kawasan itu memang boleh ditata, namun tidak sampai mengalihfungsikannya seperti sekarang ini.

“Karena itu peruntukannya sebagai kebuh teh. Dan hasil rapat dengan pak wabup saya sangat setuju sekali. Tapi bukan berarti kita iri sama yang punya duit terus membangun. Paling tidak, tidak menghargai pemerintah daerah, itu tanah negara kemudian diperjual belikan dengan harga fantastis. Padahal satu patok itu 20 bata, paling dulu Rp 100 ribu, sekarang Rp 5 juta sampai Rp 10 juta bahkan Rp 12 juta,” katanya.

Baca Juga  Tokoh Kadujaya Dukung Didi-Rinso

Menurut kades, bangunan liar itu kebanyakan merupakan orang luar daerah Sumedang. Seperti dari Bogor, membangunnya sampai menggunakan alat berat.

“Dia pernah menelepon saya ingin ketemu, ya kata saya ketemu di desa. Cuma ditunggu sampai sekarang sudah satu bulan tidak datang,” tuturnya.

“Tadi juga disampaikan dari Satpol PP, pak wabup, dari perkim dari PU, tidak ada izin. Ke desa pun tidak pernah. Tahu-tahu desa sekarang katempuhan (tanggungjawab),” tambahnya.

Saat ini, pihaknya akan mendata kembali secara keseluruhan bangunan liar itu. Termasuk untuk melarang adanya pembangunan yang baru.

“Yang lama pun, setelah PSBB itu harus sudah dibongkar. Sesuai perintah dari pak wabup sendiri. Itu ada tempat selfie, ada vila, ada camping ground, banyak sekali,” tukasnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

SUMEDANG

Rumah Kost di atas 10 Kamar, Kena Pajak

Pilihan Redaksi

Ermi : Tidak Ada Istilah Pilkades PAW ‘Dua Putaran’

Pilihan Redaksi

Penderita Hipertensi Lebih Besar dari Diabetes, Ini Cara Pencegahannya
Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir, melakukan monitoring posko cek point PSBB dan menertibkan warga disejumlah titik keramaian di wilayah barat ( Pamulihan, Tanjungsari, Jatinangor dan Cimanggung). Rabu, 29 April 2020.

SUMEDANG

Sepekan PSBB, Bupati Sumedang Minta Penjagaan Diperketat

Pilihan Redaksi

KAMA EGU Sumedang Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Cimanintin
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang saat beraudensi dengan PKL Taman Endog di tempat Aula Rapat Satpol PP. Senin, 15 Juni 2020. PKL berkeinginan untuk berjualan Sabtu-Minggu di Taman Endog, Satpol PP menyerankan agar mereka datang ke Diskoperindag dan DPRD Sumedang.

SUMEDANG

PKL Taman Endog Ingin Buka Lapak Sabtu-Minggu, Satpol PP Sumedang Sarankan Ini

Pilihan Redaksi

Ada PNS Nasional yang Menyalonkan Sekda Sumedang?

SUMEDANG

Bantuan untuk membantu korban bencana terus mengalir