Home / Bandung Raya / Pilihan Redaksi

Minggu, 7 Maret 2021 - 20:56 WIB

Emil Tinjau Apartemen Ayam di Kabupaten Bandung, Disiapkan Untuk Program Petani Milenial

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat meninjau peternakan ayam yang memanfaatkan teknologi 4.0 di Desa Cibodas, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Minggu (7/3/2021).

PIPIN/HUMAS JABAR TINJAU PETERNAKAN: Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat meninjau peternakan ayam yang memanfaatkan teknologi 4.0 di Desa Cibodas, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Minggu (7/3/2021).


SUMEDANGONLINE.COM, KAB. BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau peternakan ayam yang memanfaatkan teknologi 4.0 di Desa Cibodas, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Minggu (7/3/2021).

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menyebut peternakan tersebut dengan apartemen ayam. Berbeda dengan bentuk peternakan ayam pada umumnya, apartemen ayam ini memiliki lima lantai dengan struktur yang kokoh seluas total 40 meter persegi.

“Saya melihat sebuah terobosan visi bertani atau beternak dengan teknologi 4.0, ini sebuah struktur 40 meter persegi berlantai lima,” kata Kang Emil.

Apartemen ayam ini dapat menampung hingga lima ribu ayam. Peternakan yang dikembangkan oleh warga ini terlihat bersih dan tidak menimbulkan bau.

“Persepsi bahwa peteranakan ayam itu harus satu lantai, jorok, bau, sekarang hilang oleh teknologi karena semuanya dengan 4.0,” ujar Kang Emil.

Baca Juga  Nobar Film Aisyah, Dony Hibur Warga Hariang

Bahkan untuk menaburkan makanan dan minum untuk ayam pun diatur oleh sebuah alat yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Tak hanya itu, kotoran ayam juga langsung difermentasi sehingga menghasilkan nilai ekonomi.

“Meneteskan minuman dan kasih makanan ayam pake 4.0, kotorannya juga ditarik oleh sebuah motor yang diatur oleh 4.0, nanti kotorannya difermentasi jadi nilai ekonomi juga,” jelas Kang Emil.

Rencananya, kata Kang Emil, teknologi apartemen ayam ini akan diaplikasikan pada program petani milenial. Nantinya, peternakan ayam akan digarap oleh para pemuda dan hasil panennya sudah dipastikan akan dibeli.

“Jadi program petani milenial ini tidak usah cari pembeli tapi dimulai dari pembelinya sanggup berapa,” tuturnya.

Baca Juga  MUSDA GOLKAR IX | Jafar jadi Ketua DPD, terpilih secara aklamasi

Kang Emil mengatakan, pihaknya sudah menjalin kesepakatan dengan salah satu offtaker (pembeli) yang siap membeli hasil panen sekitar dua juta ekor ayam per bulan.

“Pemda Provinsi Jabar sudah deal dengan salah satu offtaker sejumlah hampir 2 juta ayam per bulan,” ucapnya.

Untuk penyediaan dua juta ekor ayam tersebut dibutuhkan 400 apartemen ayam yang akan disebar di berbagai titik dengan harga setiap apartemen ayam sekitar Rp150 juta.

“Kurang lebih membutuhkan 400-an titik seperti ini dengan modal Rp150 jutaan,” kata Kang Emil.

Kang Emil optimistis program petani milenial dapat mengurangi pengangguran, mewujudkan kemandirian ekonomi, dan menjaga ketahanan pangan.

“Insyaallah setelahnya bisa hidup mandiri, tidak usah selalu jadi karyawan, kita kembali ke desa untuk berbisnis pertanian peternakan,” ucapnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Banyak Terjangkit DBD, RSUD: Belum Kejadian Luar Biasa
Ketua LPM Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Fian,

Pilihan Redaksi

Sumedang Ada Rencana PSBB, RT RW Harusnya Dapat Sosialisasi

Pilihan Redaksi

Ermi : Tidak Ada Istilah Pilkades PAW ‘Dua Putaran’
Kepala SMP Negeri 2 Sumedang, Mulyawan saat melakukan cuci tangan di tempat cuci tangan yang telah dipersiapkan untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Selasa, 2 Juni 2020.

PENDIDIKAN

SMPN 2 Sumedang Lakukan Persiapan Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru

Pilihan Redaksi

Kini, Daftar JKN-KIS Bisa Lewat Telepon
Madhi selaku Lurah Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan. saat memberikan keterangan.

Pilihan Redaksi

200 Warga Regol Wetan Hari Ini Divaksin

Pilihan Redaksi

LSM Akan Laporkan Dugaan Korupsi di Jatigede ke KPK
Direktur RSUD Sumedang, Aceng Solahudin dalam Jumpa Pers di Gedung Negara, Selasa, 7 April 2020.

Pilihan Redaksi

Masih Kekurangan, RSUD Sumedang Ajukan 6 Ribu Rapid Test ke Provinsi