Gelar Saresehan, Desa Galudra Siap Wujudkan Destinasi Wisata Desa Sunda Buhun

FOTO:IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE

FOTO BERSAMA : Sejumlah pejabat dan tokoh foto bersama usai kegiatan Saresehan di Buper Gajah Depa Desa Galudra Kecamatan Cimalaka, Senin 7 Juni 2021.

Gelar Saresehan, Desa Galudra Siap Wujudkan Destinasi Wisata Desa Sunda Buhun

REPORTER: IWAN RAHMAT - EDITOR: Redaksi - TERBIT: 2021-06-07 16:55:18

SUMEDANGONLINE, CIMALAKA – Sebagai penjabaran dari Program Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam upaya mewujudkan Sumedang sebagai Destinasi Wisata, Pemerintah Desa Galudra Kecamatan Cimalaka, menggelar kegiatan "Saresehan" di Bumi Perkemahan Gajah Depa Dusun/Desa Galudra, Senin 7 Juni 2021.

Kegiatan yang mengambil tema menjadikan Desa Galudra sebagai Destinasi Wisata Desa Sunda Buhun itu, dihadiri Tokoh Sumedang, Adang Rochjana, Disbudparpora Sumedang, DKS, Camat Cimalaka, Kades Galudra, Kompepar, PHRI, HPI, ASITA serta BPPD.

Kepala Desa Galudra, Sumpena menyampaikan, dalam pelaksanaanya, pihak desa akan terus meminta dukungan serta petunjuk dari Kadisparbudpora dan para sesepuh, guna mewujudkan Desa Galudra jadi Destinasi Wisata Sunda Buhun.

“Program ini juga, akan mampu meningkatkan perekonomian, kesejahteraan dan juga  IPM masyarakat yang semakin meningkat,” kata kades.

Untuk itu, Desa Galudra yang memiliki lahan sekitar 165 hektar, akan leluasa dalam mengembangkan potensi yang akan dijadikan destinasi wisata.

“Di sini, potensinya adalah termasuk wisata air dan wisata alam. Kita memanfaatkan juga SDM, karena di sini juga terdapat banyak pengrajin Handicraft atau pengrajin tradisional guna meningkatkan perekonomian mereka," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kadisbudparpora Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa mengatakan, dalam hal ini, pihaknya hanya memfasilitasi masyarakat sesuai dengan Perda Nomor 01 Tahun 2020, tentang Sumedang Puser Budaya Sunda (SPBS).

“Ini sangat unik, menarik dan terus berkelanjutan. Serta kedepanya bisa menjadi icon untuk Desa Sunda Buhun, dimana nantinya kita fasilitasi bersama. Kita juga akan terus kembangkan peningkatan kepariwisataan, karena ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutur kadis.

Masih di tempat sama, Tokoh Sumedang, Irjen Pol. Purn. H. Adang Rochjana mengatakan, pihaknya akan mengembangkan sebagaimana yang diprogramkan oleh pemerintah. Mulai dari program desa  dan program swasta sebagai peran masyarakat.

Apalagi, kata dia, Sumedang sudah dikenal sejak Tahun 2009 sebagai puser budaya. Begitu juga dengan kebijakan dari Kadisparbudpora, bahwa tiap desa se-Kabupaten Sumedang, diharapkan dapat menjadi desa wisata.

“Saya ingin jadi makmum pemerintah yang baik, yakni bagaimana kita memberikan kontribusi sehingga dapat menambah sumber penghasilan masyarakat," katanya.

Adang juga meminta roadmapnya, agar tidak terjadi benturan dengan aturan. Begitu juga dia menyarankan, agar serta setiap wilayah harus berbeda-beda dalam membentuk destinasi wisatanya.

"Jangan sampai sama. Dimana nantinya jika sama, maka akan sulit berkembang. Jadi pihak pemerintah harus bisa menyeleksinya guna berkembang lebih baik,” tukasnya. ***