INTERNASIONAL, Pilihan Redaksi

Eropa Dilanda Banjir, 120 Orang Tewas Ratusan Lainnya Hilang

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Di kota Erftstadt-Blessem Jerman, beberapa penduduk diyakini terjebak
Di kota Erftstadt-Blessem Jerman, beberapa penduduk diyakini terjebak | FOTO: EPA

SUMEDANGONLINE – Sedikitnya 120 orang  tewas, serta ratusan lainnya di Eropa Barat dilaporkan hilang dalam musibah banjir di Eropa, Jumat, 16 Juli 2021.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai di wilayah Eropa meluap dan menghancurkan sejumlah bangunan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dilansir dari BBC, di Jerman, jumlah korban tewas hingga saat ini tercatat lebih dari 100 orang, Kanselir Angela Merkel menyerukan pertempuran yang gigih melawan perubahan iklim.

Baca Juga  Jalin Kebersamaan di Internal Partai, PKS Sumedang Gelar Family Gathering

Media Belgia melaporkan 22 kematian di sana. Belanda, Luksemburg, dan Swiss juga terpengaruh.

Di Jerman, negara bagian Rhineland-Palatinate dan North Rhine-Westphalia adalah yang paling parah terkena dampaknya.

Para ilmuwan telah berulang kali memperingatkan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia akan membawa curah hujan ekstrem seperti ini.

Baca Juga  Wow, Bakal Ada Acara Memeluk Jatigede

Di distrik Ahrweiler, Jerman barat, hingga 1.300 orang belum ditemukan, kata pihak berwenang. Seorang juru bicara pemerintah setempat mengatakan jaringan seluler telah dimatikan, sehingga tidak mungkin untuk menghubungi banyak orang.

Desa Schuld  dengan populasi 700 orang hampir seluruhnya hancur. Di kota Erfstadt-Blessem, dekat Cologne, banjir menyebabkan deretan rumah runtuh. Pihak berwenang setempat mengatakan mereka menerima panggilan darurat dari orang-orang yang terjebak oleh air banjir tetapi penyelamatan dalam banyak kasus tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga  Penyuluh Agama Islam Tanjungsari Doakan Pemilu 2019 Sukses Aman dan Damai

Di kota Sinzig, 12 dari 35 penduduk di panti jompo untuk orang cacat meninggal setelah air banjir menyapu gedung saat mereka tidur. ***

Tinggalkan Balasan