BISNIS

Sertipikatkan Tanah Melalui Program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM, Pemohon Mengaku Tak Persoalkan Biaya

Penulis: Fitriyani Gunawan | Editor: Redaksi
Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat memberikan sambutan saat penyerahan 500 sertipikat tanah yang dibagikan pada para pelakum UMKM di Kabupaten Sumedang, di Gedung Negara, beberapa waktu lalu.
Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat memberikan sambutan saat penyerahan 500 sertipikat tanah yang dibagikan pada para pelakum UMKM di Kabupaten Sumedang, di Gedung Negara, beberapa waktu lalu. | FOTO: Istimewa/Dokument

SUMEDANGONLINE, Wado: Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Wado dan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, mengaku terbantu dengan adanya program Sertipikasi Hak Atas Tanah (HAT) Mandiri Lintas Sektor untuk UMKM.

Alhamdulillah (merasa terbantu),” ujar Cucu warga Cisurat, Kecamatan Wado pada SUMEDANGONLINE.  Ahad, 31 Oktober 2021.

Saat disinggung apakah dirinya merasa keberatan dengan nilai biaya yang dibebankan, Cucu mengaku dirinya tidak merasa keberatan karena nilai biayanya masih dinilainya wajar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Henteu (tidak Keberatan), wajar sakitu mah (wajar kalau sebesar itu),” imbuhnya.

Senada dikatakan Ade Cahya, tokoh masyarakat Desa Cisurat. Dia menyambut baik adanya program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM tersebut. Menurutnya, surat sertipikasi tanah merupakan surat penting untuk menjamin kepastian hukum atas kepemilikan tanah warga.

“Dulu masyarakat di desa hanya memegang SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, Red.) dan terdaftar di letter C saja sudah cukup. Tapi sekarang warga mulai sadar (akan) pentingnya memiliki sertipikat tanah. Kami juga telah membuat sertipikat tanah, kebetulan di wilayah Wado ada program Pendaftaran Tanah Mandiri melalui Lintor (Lintas Sektor) UMKM. Meskipun ada beban biaya yang harus dikeluarkan, tapi kami cukup terbantu. Terus terang saja selain menjamin kepastian hukum, sertipikat tanah bisa diberdayakan untuk permodalan,” kata Ade.

Program tersebut dikatakan dia, memudahkan masyarakat untuk memiliki sertipikat hak atas tanahnya. Pihaknya berharap kuota untuk sertipikasi tanah melalui program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM dapat ditambah kuotanya. Karena sepengetahuannya masih banyak warga yang ingin menyertipikatkan tanahnya namun kuota terbatas.

Berkaitan dengan kuota tersebut, Humas Pelaksana Program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM, Ujang Kusnandar, membenarkan hal itu. Dikatakan dia kuota saat ini yang diterima pihaknya hanya sebanyak 500 bidang, dan itu dinilainya masih kurang jika dibanding dengan minat pemohon yang ingin menyertipikatkan tanahnya.

“Kemarin-kemarin kami melaksanakan program pembuatan sertipikat yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Koperasi Pedagang Pasar Wado. Kuotanya hanya untuk 500 bidang, tapi ternyata masih ratusan pemilik bidang lahan yang mengajukan pembuatan sertipikat,” ungkap Ujang Kusnandar dalam keterangannya.

Dari jumlah tersebut dikerjasamakan dengan pihak desa yang ada di Kecamatan Wado dan Jatinunggal. “Iya, dialokasikan untuk tujuh desa. Sebanyak enam desa di Kecamatan Wado dan Satu desa di Kecamatan Jatinunggal,” jelasnya.

Sesuai dengan namanya Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM, pemohon dibebankan biaya berdasarkan hasil kesepakatan antara pelaksana dan pemohon.

“Kalau untuk biaya pembuatan sertipikat. Sebelumnya sudah disosialisasikan dan disepakati. Mereka tidak ada yang keberatan terkait besaran biaya tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir telah menyerahkan sebanyak 500 sertipat atas tanah yang dibagikan pada para pelaku UMKM. Pembagian sertipikat dilakukan secara simbolis kepada 30 orang perwakilan UMKM Kabupaten Sumedang, beberapa waktu lalu.

Bupati Dony saat itu mengatakan, pemberian sertipikat tanah ini dalam rangka mempercepat program pendaftaran tanah serta mendukung program pemberdayaan masyarakat.

“Kita harus menjadi bagian yang menjamin kepastian hukum untuk masyarakat, serta mendukung program pemberdayaan masyarakat dalam rangka mensejahterakan masyarakat,” ujar Dony saa itu.

Sebagaimana diprogramkan oleh pihak BPN, kata Bupati, program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menambah permodalan dalam mengembangkan usaha mereka. ***

Tinggalkan Balasan