HALO POLISI

Ritual di Pantai Payangan, 11 Orang Tewas Terseret Ombak

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo | FOTO: Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo

SUMEDANGONLINE, Jember: Sebanyak sebelas orang dilaporkan tewas pasca mengikuti ritual di Pantai Payangan, Jember.

Mereka terseret ombak besar, sementara 12 orang lainnya dinyatakan selamat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Poisi terus mendalami kasus ritual yang menelan korban jiwa itu. Selain memanggil 13 rrang saksi, pimpinan padepokan Tunggal Jati Nusantara Nuh Hasan punturun diperiksa.

Baca Juga  Polres Sumedang Gerebeg Pesta Miras, Polisi Temukan Sajam dan Peserta Gunakan Narkoba

Namun untuk Nuh, masih menunggu proses pemulihan karena dia masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Ya pasti memeriksa ketua padepokan. Tapi yang bersangkutan masih pemulihan kesehatan. Nanti pasti akan kami periksa,” ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo.

Pemeriksaan ini sebut dia, untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Saat ini penyidik baru meminta keterangan awal. Berikutnya, pemeriksaan mendalam akan dilakukan saat yang bersangkutan benar-benar sehat.

Baca Juga  Kapolres Sumedang Tinjau Jalan Amblas di Buahdua Sumedang

“Hasil pemeriksaan nanti kami sampaikan,” ucapnya.

Namun demikian, pihaknya belum dapat mamastikan apakah dalam kasus ritual maut terdapat keteledoran atau sebab lain.

Simpulan akhir dari kasus tersebut baru bisa diketahui pasca semua saksi kunci menjalani pemeriksaan.

Baca Juga  Tiga Terdakwa Surat Jalan Palsu Divonis Bersalah, Kapolri: Hukum Tidak Tajam ke Bawah

Sebagai informasi, 23 orang terseret ombak saat menggelar ritual di Pantai Payangan, Watu Ulo, Kabupaten Jember, Minggu (13/2/2022) dinihari. Sedikitnya 11 orang tewas dalam ritual maut tersebut. Mereka tenggelam usai terseret ombak besar. Sedangkan 12 lainnya selamat. ***

Tinggalkan Balasan