Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Kawal Sidang Kekerasan Terhadap Anak, Aliansi Masyarakat Sumedang Geruduk Kantor Pengadilan

Penulis: Fitriyani Gunawan | Editor: Fitriyani Gunawan
Aksi unjuk rasa dari Warga yang menyebut dirinya Aliansi Masyarakat Sumedang di Pengadilan Negeri Sumedang Jawa Barat. Senin (18/4/2022).
Aksi unjuk rasa dari Warga yang menyebut dirinya Aliansi Masyarakat Sumedang di Pengadilan Negeri Sumedang Jawa Barat. Senin (18/4/2022). | FOTO: Fitriyani Gunawan/SO

SUMEDANG ONLINE – Sidang ke dua Tindak Pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Sumedang Roy Mahendra dan oknum Kepala Desa Cilengkrang Suhenda alias Ohen diwarnai aksi unjuk rasa dari Warga yang menyebut dirinya Aliansi Masyarakat Sumedang di Pengadilan Negeri Sumedang Jawa Barat. Senin (18/4/2022).

Alex sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Sumedang, menyatakan sepenuhnya mendukung penegakan supremasi hukum. Terlebih, pada kasus pelanggaran hukum yang mengakibatkan korban anak di bawah umur agar dijatuhkan sanksi seberat beratnya sesuai perundang undangan yang berlaku.

“Oleh sebab itu, kami mengawal proses persidangan ini agar penegakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jangan sampai terjadi, keberadaan Hakim maupun Jaksa terendus tidak netral dalam tugasnya,” ucap Alex.

BACA JUGA:Polsek Jatinangor Gelar Silaturahmi Kamtibmas bersama PAC Ansor dan Banser Jatinangor

BACA JUGA:Wakapolda Jabar Tinjau Perbaikan Tol Cisumdawu Seksi 2 di Sumedang

Baca Juga  Mio Senggol Sanepa, Dayat Tewas

Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana menyatakan sebanyak 70 personel Polres Sumedang diturunkan untuk mengamankan proses persidangan sehingga dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Agenda sidang kali ini harusnya ditunda karena korban tidak bisa hadir dan akan digelar kembali pada Senin depan,” ujar Dedi.

Dikatakan dia, persidangan kali ini merupakan tindak lanjut dari permasalahan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak dan penganiayaan yang berawal dari permasalahan Kecelakaan Lalulintas di jalan Malangbong-Wado perbatasan Kabupaten Garut-Sumedang beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga  Ini baru kejutan, SMKN Situraja dapat dua mobil dari Kemendikbud

“Akibat adanya kesalahpahaman atas kejadian lakalantas tersebut antara korban dan kedua terdakwa yang akhirnya menimbulkan perkara tindak pidana kekerasan terhadap anak. Sebelumnya pada proses penyidikan kedua terdakwa sempat mengajukan pra peradilan melalui kuasa hukumnya, namun semua tuntutan terdakwa ditolak oleh majelis hakim PN Sumedang,” pungkas Dedi. ***

Tinggalkan Balasan