Polres Sumedang Ungkap Kasus Pencurian Selama Bulan September 2022

Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan saat menggelar keterangan pers di Halaman Mapolres Sumedang. Kamis (29/09/2022).
Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan saat menggelar keterangan pers di Halaman Mapolres Sumedang. Kamis (29/09/2022).

SUMEDANGONLINE – Polres Sumedang berhasil mengungkap lima laporan polisi (LP) berkaitan dengan tindak pidana pencurian bermotor di Wilayah Hukum Polres Sumedang.

“Polres Sumedang telah mengungkap kejahatan terhadap kendaraan bermotor yang terjadi pada bulan September 2022, dimana terdapat lima Laporan Polisi yang telah berhasil kita ungkap,” ujar Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan dalam keterangannya di Halaman Mapolres Sumedang. Kamis (29/09/2022).

Dikatakan Kapolres Sumedang, laporan polisi tersebut terdiri dari tiga LP Tindak Pidana Curat yang melibatkan sebanyak tiga tersangka, kemudian satu LP tindak pidana Curas yang melibatkan dua tersangka dan satu LP tindak pidana Tipu Gelap dengan satu orang tersangka.

Baca Juga  Sempat Viral, Polisi Akhirnya Berhasil Bekuk Dua Penjambret Spesialis Target Anak Kecil

Kapolres menjelaskan dari TKP Curat pertama di wilayah Kecamatan Sumedang Utara, Polres Sumedang berhasil mengamankan tersangka H.T. (22), seorang warga Tanjungsiang, Kabupaten Subang, dari tersangka H.T. didapat satu unit kendaraan bermotor R2 yang dia ambil dari halaman rumah korbannya dengan cara merusak kunci motor dengan menggunakan kunci palsu.

Kemudian dari TKP Curat di wilayah Kecamatan Buah Dua, Polres Sumedang mengamankan tersangka Y.I. (32) warga Buahdua dan Y.H. (28) warga Sumedang Selatan, kedua tersangka terbukti melakukan pencurian terhadap satu unit sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan sebuah kebun jati dengan cara merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci palsu.

Baca Juga  Tiga Terdakwa Surat Jalan Palsu Divonis Bersalah, Kapolri: Hukum Tidak Tajam ke Bawah

Kedua tersangka Y.I. dan Y.H. juga diketahui telah melakukan pencurian satu unit sepeda motor di wilayah Kecamatan Tanjungmedar dengan modus operandi yang sama yaitu merusak kunci motor dengan kunci palsu. Setelah dilakukan pengembangan dari kedua tersangka didapat barang bukti sebanyak delapan unit sepeda motor yang dicuri dari berbagai tempat.

“Polres Sumedang juga telah mengamankan tersangka U.S. (46) seorang warga Kecamatan Rancakalong, Sumedang, U.S. terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, dengan modus menyewa atau merental sepeda motor korban dengan alasan akan menjemput istrinya di Alamsari Sumedang Utara, namun setelah tiga hari tersangka tidak juga mengembalikan sepeda motor tersebut dan akhirnya korban melaporkan tersangka ke Polres Sumedang,” imbuhnya.

Baca Juga  Polres Sumedang Bekuk Tiga dari Empat Pelaku Curanmor

Selain itu Polres Sumedang berhasil mengungkap kasus Curas yang terjadi di wilayah Kecamatan Sumedang Utara, Polres Sumedang mengamankan tersangka F.R. (22) warga Sumedang Utara dan T.R. (20) warga Tanjungsari Sumedang.

Awal mula kejadian korban pulang dari sekolah, pada saat di TKP korban didatangi kedua tersangka dan langsung memukul leher bagian kiri korban sehingga korban terjatuh, kemudian pelaku sempat mengancam korban dan langsung membawa kabur sepeda motor korban.

Saat ini semua tersangka sudah diamankan di Polres Sumedang untuk dilaksanakan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, Polres Sumedang juga telah mengembalikan beberapa barang bukti sepeda motor kepada korban, dan selanjutnya akan di kembalikan seluruhnya secara bertahap. ***

Respon (1)

  1. Berawal dari persoalan ekonomi, akhirnya menjadi profesi. Demikianlah kiranya yang sering melatarbelakangi terjadinya kasus kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor yang semakin marak akhir-akhir ini. Upaya yang dilakukan pemerintah semestinya tak cukup hanya pada tataran kuratif (menghukum pelaku dan mengembalikan barang curian kepada pemilik), melainkan perlu juga dilakukan upaya preventif. Adanya sanksi yang tegas lagi membuat jera pelaku khususnya dan masyarakat umumnya adalah hal yang mesti ada. Selain itu, impitan ekonomi yang kian menjadi seringkali menjadi faktor pemicu seseorang melakukan tindak pencurian adalah hal yang harus segera diatasi. Ketersediaan lapangan pekerjaan halal yang memadai tentu akan menutup peluang seseorang melakukan tindak kejahatan demi memenuhi kebutuhan. Selain itu, pengelolaan sumber daya alam di negeri ini yang sebenarnya melimpah ruah dengan cara yang benar (dikelola oleh negara, tidak oleh swasta bahkan asing) sehingga hasilnya bisa dinikmati seluruh rakyat akan menjadi jawaban pamungkas atas persoalan kesejahteraan yang selama ini dipertanyakan.

Tinggalkan Balasan