8 Nov 2023 22:01 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: Fitriyani Gunawan
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olaharaga Kabupaten Sumedang melepas rombongan Simpay Panaratas Goes To The Prancis. Rombongan yang membawa misi memperkenalkan kesenian Indonesia di Prancis, di lepas Nandang Suparman di Kantor Dinas Pariwisata Budaya Kepemudaan dan Olaharaga Kabupaten Sumedang. Rabu, 8 November 2023.
Iwan Rahmat Purnama/SUMEDANG ONLINE
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olaharaga Kabupaten Sumedang melepas rombongan Simpay Panaratas Goes To The Prancis. Rombongan yang membawa misi memperkenalkan kesenian Indonesia di Prancis, di lepas Nandang Suparman di Kantor Dinas Pariwisata Budaya Kepemudaan dan Olaharaga Kabupaten Sumedang. Rabu, 8 November 2023.

SUMEDANG – Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olaharaga Kabupaten Sumedang melepas rombongan Simpay Panaratas Goes To The Prancis. Rombongan yang membawa misi memperkenalkan kesenian Indonesia di Prancis, di lepas Nandang Suparman di Kantor Dinas Pariwisata Budaya Kepemudaan dan Olaharaga Kabupaten Sumedang. Rabu, 8 November 2023.

Menurut Nandang, misi kebudayaan ke negara Menara Eifel itu bukan kali pertama dilakukan Kabupaten Sumedang. Sebelumnya misi kebudayaan juga sempat dilakukan dengan mementaskan gamelan Sari Oneng Parakansaat. Nandang berharap history Sari Oneng 1892 saat peresmian Menara Eifel jalinan kerjasama antara Indonesia khususnya Sumedang dengan Prancis semakin lebih baik.

“Saya berharap ini ada dokumen disana dan semoga menjadi spirit bagi Kabupaten Sumedang bahwa tidak berhenti disana, nanti ada misi musik- musik yang lain untuk kesenian yang lain untuk tampil tidak hanya di Prancis, ini merupakan bagian awal dari Disparbud Sumedang, mudah-mudahan tidak di Perancis saja, tapi di beberapa negara yang bisa mempublikasikan tentang kesenian yang ada di Sumedang ini,” ujar Nandang Suparman.

Sementara itu, Dedy Hernawan selaku Pimpinan Rombongan Simpay Panaratas mengatakan romongannya akan pentas di Prancis selama 10 hari mulai tanggal 9-19 November 2023.

Kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan bentuk kolaborasi musik antara grup Simpay Panaratas dengan salahsatu grup yang terkenal di Paris, bernama Le Concert Impromtu.

Dedy pun menyebutkan kegiatan tersebut bukan mendadak tetapi sudah direncanakan sejak 2020, tetapi karena adanya wabah Covid 19, sehingga baru dapat terlaksana pada tahun 2023.

“Kami yang diberangkatkan total ada 7 orang, 7 orang personil, fokus di musik, secara umum musik- musik karwitan Sunda yang akan disandingkan di satu panggungkan dengan grup le concer yang membawakan musik musik clasic barat , melalui essemble tiup,” paparnya.

Dedi pun memastikan, kedatangan romongan mereka ke Prancis sangat prosfektif karena ketika pertunjukan berlangsung akan ditonton publik Prancis dengan berbagai latar belakang dari etern musikolog, para pendidik dari para kurator seni, termasuk dari lingkungan Prancis dan dari lingkungan yang lain termasuk para duta besar.

“Dan ini sangat prospektif karena yang dekat-dekat saja Tahun 2024 dari Belgia saja sudah memberikan penawaran untuk mengisi acara dalam perayaan hubungan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Belgia. Artinya prospeknya sangat kuat dan bagus. Kalau yang ini hubungan Sumedang langsung dengan Paris dengan grup le concsert, sudah terjadi sejak lama,” pungkas dia. ***

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial