Orangtua siswa SDN 2 Darmaraja melakukan aksi unjukrasa di depan sekolah. Rabu, 13 Desember 2023.

Fitriyani Gunawan/SUMEDANG ONLINE

Orangtua siswa SDN 2 Darmaraja melakukan aksi unjukrasa di depan sekolah. Rabu, 13 Desember 2023.

Tuntut Tabungan Siswa, Puluhan Ortu Siswa Geruduk SDN 2 Darmaraja

SUMEDANG – Puluhan orangtua siswa mengguruduk SD Negeri 2 Darmaraja, di Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Rabu, 13 Desember 2023.

Kedatangan 61 orang tua siswa itu untuk menuntut segera dikembalikannya uang tabungan siswa yang macet selama hampir 4 tahun lamanya.

Berdasarkan informasi diperoleh total jumlah uang tabungan yang macet mencapai lebih dari Rp400 juta. Hingga saat ini uang tersebut masih macet sementara banyak diantara anak dari orangtua siswa sudah keluar dari SDN 2 Darmaraja.

“Tadinya uang tersebut untuk biaya masuk ke SMP, namun sekarang tidak mungkin. Jadi kami menuntut uang tabungan tersebut untuk anak kami melanjutkan ke SMA,” ujar orangtua siswa saat melakukan audensi.

Kedatangan orangtua siswa dengan membawa spanduk dan flyer yang bertuliskan berbagai tuntutan mereka.

“Kami hadir di sini untuk menuntut hak kami atas tabungan selama anak kami sekolah. Hingga sekarang anak kami sudah di SMP, tidak cair sedikit pun. Kami hadir kesini atas inisiatif orangtua siswa yang uang tabungannya tidak ada kejelasan. Kami meminta kepada pihak sekolah atau pihak pemerintah untuk memberikan perhatian kepada kami, untuk segera dikembalikan uang kami,” ujar Teti pada wartawan.

Audensi sempat memanas lantaran pihak sekolah selalu beralibi uang tabungan dipakai oleh oknum bagian keuangan sekolah yang berinisial A. Padahal sebut orangtua siswa mengaku pada saat kejadian guru inisial A pada tahun 2014, anaknya belum sekolah. Pihak orangtua justru menuntut kejelasan dari mulai 2014 hingga saat ini.

Suryana, salahseorang perwakilan dari sekolah pada permasalahan tabungan siswa, keukeuh menyebutkan pihaknya hanya melanjutkan dari kepemimpinan sebelumnya dimana pemegang keuangan diurus guru berinisial A.

“Dari 2009-2013 tidak ada masalah. Baru setelah 2013 terjadi masalah,” ungkapnya.

Menurut Suryana pihaknya sempat meminta ke guru berinisial A agar mengembalikan uang pada 2013, hanya semester pertama.

“Pada 2014, pada April banyak pihak yang bertanya dan mereka menuntut untuk segera dikembalikan,” ujarnya.

ORTU WALKOUT

Tidak puas karena tuntutannya tidak ada kejelasan, orangtua siswa memilih walkout. Selanjutnya orangtua siswa melakukan orasi dan memasang spanduk bertuliskan “Kembalikan Uang Tabungan Anak-anak Kami”.

Orangtua siswa pun berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menyelesaikan kasus tabungan siswa tersebut.

Kepala SDN 2 Darmaraja, Asep Ibrahim dikonfirmasi terkait permasalahan ini belum bisa memberikan kepastian, dia hanya menyebutkan pihak yang bertanggungjawab seharusnya mereka yang menjabat pada saat itu.

Asep pun mengatakan tabungan siswa baru ditutup ketika wabah Covid 19. “Setelah 2020 tidak ada lagi aktivitas menabung. Adapun aktivitas menabung untuk tahun sekarang bekerjasama dengan perbankan, nomor rekeningnya juga atasnama anak,” pungkasnya.***