SUMEDANGONLINE – Hasil analisa sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan banyaknya bangunan yang rusak pada umumnya karena belum disiapkannya bangunan tahan akan terjadinya gempa.
“Umumnya kerusakan terjadi karena kontruksi bangunannya memang belum disiapkan tahan gempa,” ujar Dwikorita Karnawati selaku kepala BMKG saat Konferensi Pers Gempa Tektonik M4,8 Sumedang, Jawa Barat pada Minggu, 31 Desember 2023 dinihari.
Karena hal itu, Dwikorita merekomendasikan masyarakat untuk tetap tenang tetapi waspada. Menurutnya, gempa susulan masih mungkin akan terjadi.
“Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan signifikan yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan yang sudah lemah, sehingga diimbau untuk tidak menempati bangunan yang secara struktur sudah rusak. Namun jika bangunan masih kokoh dan utuh, semestinya tidak terlalu khawatir. Jadi yang dikhawatirkan bangunan yang strukturnya sudah rusak,” imbuhnya.
Selain itu pihaknya juga menyebutkan, masyarakat perlu waspada untuk kawasan perbukitan dengan tebing curam. Karena sebut dia, gempa susulan signifikan dapat memicu longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rock fall).
“Apalagi pasca hujan ketidakstabilan lereng akan terganggu apabila ada getaran dan terpicu mudah longsor,” tandasnya.
Masyarakat pun diimbau untuk tak mudah percaya dengan berita bohong (hoax) mengenai prediksi gempa yang lebih besar. “Pastikan informasi gempa berasal dari pemerintah yang terpercaya diperkuat oleh Undang-Undang yaitu dari BMKG,” tegasnya. ***










