KPU Sumedang Gelar Simulasi Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Perolehan Suara di TPS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang menggelar Simulasi Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Perolehan Suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertempat di Lapangan Padasuka Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Rabu, 31 Januari 2024.
Igun Gunawan/SUMEDANGONLINE
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang menggelar Simulasi Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Perolehan Suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertempat di Lapangan Padasuka Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Rabu, 31 Januari 2024.

SUMEDANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang menggelar Simulasi Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Perolehan Suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertempat di Lapangan Padasuka Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Rabu, 31 Januari 2024.

Kegiatan yang bekerjasama dengan bersama PPK Kecamatan Sumedang Utara itu dihadiri Kapolres Sumedang, Kasdim 0610 Sumedang, Bawaslu, Kapolsek, Danramil Sumedang Utara, Panwascam Sumedang Utara beserta PKD Desa Padasuka.

“Hari ini KPU Sumedang melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Jadi hari ini kami melakukan simulasi di TPS 12 Desa Padasuka ada sebanyak 248 pemilih yang kami libatkan dalam simulasi hari ini. Jadi di TPS ini adalah riil TPS-nya nanti akan ditempatkan di sini petugas KPPS-nya juga mereka yang bertugas hari ini pemilihnya juga yang 248 adalah DPT di TPS 12 ini,” ujar Ogi Ahmad Fauzi selaku Ketua KPU Kabupaten Sumedang.

Dikatakan Ogi, tujuan dari kegiatan tersebut sebagai salahsatu sosialisasi sekaligus ingin menyampaikan pesan pada KPPS jika nanti saat pemungutan suara itu seperti yang dilakukan pada saat simulasi ini.

Baca Juga  Pengamat: Panwas harusnya kudu awasi proses rekruitmen PPS

“Begitu pun dengan pemilihnya, bahwa nanti itu akan seperti ini begitu stakeholder lainnya bahwa pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 14 Februari itu akan seperti ini,” imbuhnya.

Meski demikian sebut dia, ada sesuatu yang baru pada kegiatan Simulasi hari ini yakni terkait dengan adanya sistem informasi rekapitulasi (sirekap).

“Hari ini memang di jam 13.00 ini kegiatan sirekap masih belum berjalan, barusan jam 13.00 kita break dulu istirahat. Nanti akan dimulai lagi setengah dua, setelah itu akan dilanjut untuk penghitungan itu yang kemudian akan dilakukan. Kalau kita lihat dari jam 07.00 pagi kita lihat memang ada beberapa catatan, sebetulnya pertama terkait dengan durasi, kalau terkait dengan durasi orang akan menghabiskan waktu di TPS itu 3 samapi 5 menit hitungan normal. Tapi untuk usia-usia tertentu membutuhkan waktu yang lebih lama, kesulitan mereka adalah pada saat kembali melipat, jadi posisi yang sama sebelum dilipat kemudian dilipat kembali membuat lebih lama,” jelas dia.

Baca Juga  Warga Sumedang Berharap Ada Kepastian Kapan Pilkades Digelar

Terkait dengan bilik suara relatif lebih luas dibandingkan sebelumnya, jadi pada saat mereka membuka surat suara tadinya relatif lebih leluasa.

“Cuman masalahnya, pada saat mereka kembali melipat seperti sedia kala itu, catatan kami terkait durasi kami tadi sudah simulasikan 248 itu plus 2%. Tadi kami juga coba simulasikan pemilih yang DPK, kemudian pemilih DPTB supaya KPPS ini juga nanti di lapangan mereka tahu tidak hanya kemudian yang terdata dalam DPT saja, mungkin saja yang ada tiba-tiba mereka datang hanya membawa KTP saja, misalnya kan begitu, atau mereka membawa surat pindah memilih nanti perlakuannya Seperti apa, termasuk misalnya beberapa jenis yang mereka akan terima tadi betul-betul simulasikan,” sebutnya.

Dikatakan ogi, hambatan salah satu simulasi ini adalah terkait dengan kerawanan terutama berkaitan dengan saat ini memasuki musim penghujan.

Baca Juga  Menuju Sumedang Kreatif, Sumedang Rintis Wirausaha Baru

“Ya salah satunya adalah karena nanti musim hujan dan tepat hari ini pas hujan dari pagi tadi hujan. Nah jadi salah satu kerawanannya adalah hujan bagaimana kemudian memastikan bahwa pelaksanaan pemungutan suara bisa berjalan tepat waktu jam 7, walaupun misalnya terkendala cuaca seperti tadi jam 7 misalnya belum banyak yang datang, tapi apapun kondisinya kita harus sesuai dengan ketentuan kalau jam 07.00 dimulai, ya mau dalam hujan atau segala macam jam 7 sudah kita mulai. Yang kemudian perlu diantisipasi ke depannya adalah jika kondisi seperti sekarang ini, Alhamdulillah tadi hujan sudah renda, hujan reda, yang dikhawatirkan adalah pada saat hari H hujannya begitu besar yang itu kemudian ada tantangan tersendiri, Bagaimana kemudian tetap pemilih itu datang ke TPS begitu memastikan bahwa pemilih pemilih tetap memberikan suaranya pada tanggal 14 Pebruari 2024,” pungkas dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK