Tanggap Darurat Kelar, Dinsos Sumedang Tidak Tarik Tenda Family dan Terpal

Tenda pengungsian yang masih digunakan warga.
iwan rahmat/SUMEDANGONLINE
Tenda pengungsian yang masih digunakan warga.

SUMEDANG – Jelang Tahun baru 2024 Sumedang dilanda musibah gempabumi tektonik, yang kemudian diketahui berdasarkan Geologi berasal dari segmen sesar Cipeles.

Pasca penanganan bencana pemerintah Kabupaten Sumedang langsung mengumumkan membuat Posko Tanggap Darurat selama 7 hari, hingga 7 Januari 2024 kemarin. Namun disisi lain para korban warga yang terkena bencana gempa Sumedang masih berada ditenda-tenda yang sudah disiapkan oleh Kementerian Sosial RI.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Sumedang Komar mengatakan sesuai dengan keputusan Bupati Sumedang Nomor 2 tahun 2024 tentang pos komando penanganan darurat bencana gempa bumi di wilayah kabupaten Sumedang. Bahwa Dinas Sosial masuk di Bidang Operasi Sub Bidang Perlindungan Pengungsian dan dapur umum.

Baca Juga  Dandim Sumedang: Sinergitas TNI dengan Wartawan Terjalin Baik, Agar Digelorakan

“Ya tentu sesuai dengan pembidangan tersebut kita berkewajiban untuk melakukan penyediaan shelter tempat untuk mengungsi bagi masyarakat terdampak termasuk penyelenggaraan dapur umum yang dikonsentrasikan di Dinas Sosial selama 7 hari, sejak 1 Januari sampai dengan 7 Januari 2024,” ungkap Komar.

Komar menyebutkan ada tiga jenis shelter atau tempat pengungsian selama masa tanggap darurat tersebut yakni pihaknya menyediakan tenda serbaguna dengan kapasitas besar, kemudian ada tenda family, dan tenda gulung atau terpal.

Baca Juga  Dilantik Besok Ini Komentar Dony Usai Gladi Resik

“Nah yang untuk tenda family ukuran 3×4 dan terpal itu kita tidak tarik, itu kita hibahkan nanti ke desa/kelurahan. Jadi pada saat ada rumahnya yang rusak berat tenda itu bisa digunakan oleh masyarakat. Yang kita tarik tenda serbaguna yang ukurannya 6×12 meter dari Kemensos RI. Sekarang masih dalam proses penarikan. Sedangkan tenda family dan tenda gulung atau terpal itu kita tidak tarik, itu silakan dimanfaatkan oleh Kelurahan atau Desa tentunya dengan oleh masyarakat maksud saya itu,” ujarnya.

“Tapi tetap koordinasi dengan desa/kelurahan setempat. Supaya tahu bahwa lingkungan ini masih digunakan kembali karena ada kondisi rumah yang rusak berat, jadi tidak perlu lagi meminta kepada kami. Karena sudah disediakan untuk selter pengungsian. Jadi silakan manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dirawat juga sebagai bentuk itu, ya bentuk antisipasi apabila mudah-mudahan tidak terjadi apabila terjadi lagi itu sudah siap untuk shelter tidak perlu repot- repot mengajukan usulan Itu kan untuk menampung dua keluarga bisa untuk enda family,” pungkasnya. ***

Baca Juga  Ini Wawancara Ade dengan Wartawan Sebelum Ditahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK