13 Feb 2024 14:18 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: IGUN GUNAWAN
Press Release Pengawasan Masa Tenang di Kantor Panwaslucam Cisitu. Selasa, 13 Februari 2024.
Igun Gunawan/SUMEDANG ONLINE
Press Release Pengawasan Masa Tenang di Kantor Panwaslucam Cisitu. Selasa, 13 Februari 2024.

SUMEDANG – Ketua Panwaslu Kecamatan Cisitu Prabudi Eltaufan menyebutkan memasuki masa tenang sejak 11 Februari 2024 hingga 13 Februari 2024 telah melakukan penertiban alat peraga kampanye yang berada di wilayah Kecamatan Cisitu.

“Kita telah melakukan penertiban APK bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja, TNI dan Polri. Jumlah APK yang ditertibkan ribuan baliho dan alat perga kampanye lainnya,” ujar Prabudi saat Press Release Pengawasan Masa Tenang di Kantor Panwaslucam Cisitu. Selasa, 13 Februari 2024.

Dia bersyukur partai politik telah melakukan pembersihan APK sehingga pihaknya hanya menertibkan untuk sebagian kecil saja.

“Lebih kurang ada 546 APK yang terdata di kita berhasil ditertibkan. Karena sebagian besar sudah bersih, karena kemungkinan sebelumnya pihak Parpol sudah menurunkan APK masing masing,” imbuhnya.

Sementara Encep Iman Hadi selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat mengatakan sejauh ini menyebutkan belum ada laporan terkait dengan dugaan adanya pelanggaran Pemilu selama masa tenang.

“Sejauh ini belum ada laporan pelanggaran Pemilu selama masa tenang,” ungkap Encep Hadi.

Disinggung antisipasi terjadinya dan pencegahan serangan fajar, pihaknya akan melakukan patroli lapangan dibantu PKD dan PTPS. Selain itu pihaknya juga telah membuka posko pengaduan di Kantor Panwaslucam Cisitu.

“Ada Patroli pengawasan untuk meminimalisir terjadinya serangan fajar dibantu PKD dan PTPS untuk melakukan pencegahan. Sanksinya adalah pidana pemilu jika terbukti melakukan pelanggaran,” tandasnya.

Terkait dengan pengawasan pendistribusian logistik Pemilu 2024, dia mengatakan pihaknya melakukan pengawasan pendistribusian logistik dari desa ke TPS.

“Terkait dengan pengawasan pendistribusian logistik ke desa desa. Salahsatunya kita melakukan pengawasan di Desa Cimarga yang merupakan desa terpencil dan hanya bisa dilalui melalui dua jalur yakni melalui Linggajaya dan Cinangsi,” ungkapnya. ****

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial