Sempat Terjebak Banjir Ujungjaya, Lansia 70 Tahun Wafat Saat Perawatan di Puskesmas

Banjir Ujungjaya
Tangkapan Layar/Istimewa/SUMEDANGONLINE
Banjir Ujungjaya

SUMEDANG – Satu orang meninggal dunia dalam musibah bencana banjir di Dusun Nanjung, Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Minggu, 11 Februari 2024.

Informasi diperoleh dari saksi kejadian, saat banjir terjadi sekira pukul 15.00 hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Ujungjaya menghanyutkan rumah milik seorang lansia bernama Arum, 70 tahun.

Korban sempat dievakuasi warga dan tim SAR.

“Saya kan ada dilokasi, termasuk saya bersama Tim SAR yang membantu evakuasi korban,” ujar Farhan Pahlevi pada wartawan.

Korban sempat dievakuasi oleh tim SAR ke lokasi yang lebih aman dan dibawa ke Puskesmas Ujungjaya, korban meninggal saat penanganan medis sekira pukul 22.00 WIB.

“Kalau meninggalnya mah sekitar Jam 22.00 WIB di Puskesmas,” katanya.

Menurut Farhan, banjir setinggi 3,5 meter itu sempat mencapai atap rumah, dan baru mulai surut sekira pukul 00.15 pada Senin, 12 Februari 2024.

Supervisor Pusdalpops BPBD Sumedang, Rully Surya membenarkan adanya 1 korban meninggal dalam peristiwa banjir di Ujungjaya.

“Benar, ada satu orang lansia meninggal dunia,” kata Rulli.

Rully bahkan menyebutkan Lansia tersebut sempat terjebak selama empat jam di lantai dua rumahnya. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Respon (1)

  1. Bencana banjir yang terjadi di Ujung Jaya merupakan kejadian berulang. Berulangnya bencana banjir yang melanda tanah air erat kaitannya dengan pembangunan wilayah yang tidak direncanakan secara mendalam.
    Inilah fasad akibat pembangunan kapitalistik yang mengabaikan aturan Islam dan hanya memperturutkan hawa nafsu manusia untuk memperoleh keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41). Sungguh jauh berbeda dengan pembangunan di dalam Islam. Aspek keuntungan materi tidak menjadi tujuan satu-satunya dalam paradigma pembangunan Islam. Acuan dalam kebijakan pembangunan adalah kesesuaian dengan syariat Islam dan terwujudnya kemaslahatan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak