SMKN 2 Sumedang Gelar Panen Karya P5

SMKN 2 Sumedang menggelar panen karya pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kampus SMKN 2 Sumedang. Kamis, 22 Februari 2024.
SMKN 2 Sumedang menggelar panen karya pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kampus SMKN 2 Sumedang. Kamis, 22 Februari 2024./SUMEDANGONLINE
SMKN 2 Sumedang menggelar panen karya pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kampus SMKN 2 Sumedang. Kamis, 22 Februari 2024.

SUMEDANG – SMKN 2 Sumedang menggelar panen karya pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kampus SMKN 2 Sumedang. Kamis, 22 Februari 2024.

“Kegiatan tentang panen karya yang ada dalam Project P5. Projeck ini merupakan ciri khas dari kurikulum Merdeka. Tujuannya bahwa dalam setiap kegiatan project ini kita mengambil tema untuk semester ini kearifan lokal yang kita ambil yaitu kearifan pelaksanaan pernikahan adat Sunda,” ujar Waksek Bidang Kurikulum Mimin Aryani.

Menurut Mimin kenapa pihaknya mengambil tema adat sunda, salahsatu alasannya agar anak didiknya tidak melupakan adat sunda.

Baca Juga  Pencetakan Surat Suara Mencapai 85 Persen

“Karena memang anak-anak zaman sekarang supaya tidak melupakan adat Sunda yang memang itu harus dikenang jangan sampai kita melupakan apa yang ada di daerah sendiri,” imbuhnya.

Bahkan dia menyebutkan kegiatan Projek P5 melibatkan semua siswa.

“Semua siswa, panitianya dari semua semua siswa, misal ada WO nya kita diambil dari jurusan MPLB, kemudian cateringnya kita ambil dari jurusan pemasaran karena mereka belajar melayani. Kemudian hal lain juga ada misalkan keseniannya dari ekstrakurikuler. Pokoknya semuanya dipadukan antara proses pembelajaran secara intrakurikuler, kokurikuler dan ekstarkurikuler dapat ibu lihat disana ada pajangan atau karya- karya siswa hasil pembelajaran mereka. misalkan ada produk ipas, ipas itu ipa dan ips membuat kain simbori, kemudian dari ektrakurikuler tata boga, ada fotografi, tata rias dan sebagainya banyak karena kita mempunyai 21 ektrakurikuler,” ungkapnya.

Baca Juga  Saberpungli Geruduk Disdukcapil Sumedang, Ini Temuan Mereka

Dia pun beralasan kenapa harus melibatkan ekstrakurikuler dalam kegiatan tersebut, sebut dia hal itu lantaran untuk membekali anak didiknya kemampuan secara kompetensi.

“Tapi mereka juga dibekali dengan keterampilan lain yang mungkin nanti bisa bermanfaat dalam kehidupannya, misalkan anak-anak MPLB itu punya kemampuan lain mungkin secara ini dia mahir di tata boga memasak itu ada di ektrakurikuler, tata rias juga pokoknya ekstrakurikuler di sekolah ini diharapkan memberikan skill lain selain kompetensi sesuai dengan jurusannya. Kegiatan panen karyanya kita 3 bulan sekali kebetulan eh semester ini mengambil temanya kearifan lokal untuk tahun yang lalu itu sudah ada ada lagi ada kebhinekaan sesuai dengan P5 diambil dari tema-tema p5 saja jadi setiap 3 bulan kita panen hanya kebetulan panen karya kali ini kita eee secara keseluruhan berkolaborasi mulai dari kelas 10, 11 dan 12,” pungkas dia.

Baca Juga  Salut, Sekcam Paseh Masuk Nominasi ASN Teladan se-Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK