Kirab Panji Sumedang Larang dan Mahkota Kemaharajaan Sunda Tutup Peringatan HJS

Kirab Panji Sumedang Larang diarak dengan berjalan kaki dari Darmaraja hingga Srimanganti.
Hadi Barkah/Madara/SUMEDANGONLINE
Kirab Panji Sumedang Larang diarak dengan berjalan kaki dari Darmaraja hingga Srimanganti.

SUMEDANG – Puncak hari jadi ke-446 Sumedang ditutup dengan Kirab Panji Sumedang Larang dan Mahkota Kemaharajaan Sunda dari Tegalkalong menuju Gedung Srimanganti, Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang. Minggu, 28 April 2024.

Mahkota Kemaharajaan Sunda tiba di Sumedang setelah menjalani perjalanan panjang dari dari Galuh Ciamis hingga Pakuan Bogor dan kembali ke Sumedang.

Kirab Panji Sumedang Larang yang didalamnya ada Panji Sumedang Larang, Tembong Agung, dan Himbar Buana di kirab dengan jalan kaki sepanjang 25 kilometer mulai dari Kecamatan Darmaraja, Cisitu, Situraja, Ganeas pada Sabtu 27 April 2024.

Baca Juga  SMPN 1 Sumedang Juara Speech Contest Tingkat SMP/MTs se Sumedang

Di Kecamatan Ganeas Rombongan Santana dari Kecamatan Darmaraja sempat bermalam di Kecamatan Ganeas, kemudian keesokan harinya melanjutkan perjalanan dari Kecamatan Ganeas menuju titik kumpul di Tegalkalong.

Sepanjang perjalanan warga sangat antusias melihat rombongan Kirab Panji Sumedang Larang dan Mahkota Kemaharajaan Sunda. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut dengan berswafoto.

Baca Juga  Wagub Jabar Tinjau Perkebunan Kroto di Tasikmalaya

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyambut kedatangan Kirab Panji Sumedang Larang dari para Santata, selain itu Pj. Bupati Sumedang pun turut serta dengan rombongan dengan menaiki andong dari Alun-alun Tegalkalong menuju Alun-alun Sumedang.

“Kirab Panji Mahkota Kemaharajaan ini menimbulkan rasa cinta kepada leluhur dengan tradisi budaya yang dilestarikan. Utamanya adalah ada filosofi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Mahkota Binokasih. Binokasih itu adalah wujud kasih sayang,” kata Yudia.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Pengaruhi Omset Penjualan Bendera

Saat Kirab Panji Mahkota Kemaharajaan Sunda digelar teaterikal peristiwa penyerahan Mahkota Binokasih dari Padjajaran ke Sumedang Larang. Selain itu ada Parade penampilan koreo semua peserta Kirab Panji.  Terakhir penampilan parade marchingband IPDN ditengah guyuran hujan yang membasahi Alun-Alun Sumedang warga masyarakat tidak ingin beranjak meskipun guyuran hujan cukup deras untuk melihat penampilan para praja IPDN. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK