SUMEDANG – Kepala Bidang Kebudayaan, Moh. Budi Akbar, meninjau langsung fenomena unik batu columnar joint di Pasir Landak Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.
Salahsatu bentuk keunikannya sebut Budi, yakni batu-batu tersebut mengeluarkan bunyi dengan nada yang berbeda saat diketuk dalam posisi yang berbeda meski dalam satu batu yang sama.
“Hari ini berkesempatan ke Pasir Landak Desa Nagrak Kecamatan Buahdua. Melihat columnar joint yg unik & langka, dimana batuan akibat proses fenomena geologi yg menimbulkan nada. Mulyakan alam, sejahterakan masyarakat,” tulis Budi Akbar dalam unggahan media sosialnya yang kutip SUMEDANG ONLINE pada Jumat, 21 Juni 2024.
Dalam unggahan video itu, Budi Akbar juga membuktikan tentang keunikan batu tersebut dengan mengetuk ngetuknya. Dan benar saja, setiap posisi dalam batu yang sama ternyata memiliki nada yang berbeda.
Sebagai informasi batu columnar joint merupakan salah satu fenomena struktur geologi yang terdiri dari kolom-kolom poligonal. Biasanya berbentuk batang-batang poligonal persegi delapan, persegi enam dan tersusun relatif seragam dengan rapi. Laman volcano.oregonstate.edu menulis artikel columnar joint terjadi pada aliran lava flows, sills, dikes, ignimbrites (ashflow tuffs), dan intruksi dangkal pada semua komposisi.
Menurut laman tersebut kebanyakan kolom berbentuk lurus dengan sisi sejajar dan diameter dari beberapa sentimeter hingga 3m. Beberapa kolom berbentuk melengkung dan lebarnya bervariasi. Kolom bisa mencapai ketinggian 30m.
Budi yang melihat langsung fenomena alam itu mengaku terkejut dengan kondisi bebatuan yang tidak tersusun rapi, padahal biasanya sebut dia columnar joint itu akan tersusun rapi.
“Saya merasa aneh ketika melihat columnar joint yang ada di Pasir Landak, ini tidak tersusun rapi. Padahal biasanya kan tersusun rapi. Tidak tersusun rapi ini apakah bekas di eksploitasi oleh manusia pada jaman itu atau ada proses biologi lain. Apakah karena gempa atau gunung meletus oleh karena itu ini menjadi hal yang sangat menarik,” ujar Budi pada wartawan di Ruang Kerjanya. Jum’at, 21 Juni 2024.
Menurut dia, columnar joint merupakan salah satu fenomena struktur geologi yang terdiri dari kolom-kolom poligonal.
Lanjutnya, columnar joint terbentuk dari lava dingin dengan proses jutaan tahun yang lalu terus menjadi batu, sehingga memiliki struktur yang sama, ada yang persegi empat, persegi lima, hingga persegi delapan, dengan ukuran yang hampir sama.
“Columnar Joint ini ada yang dimanfaatkan oleh manusia dan ada yang tidak, yang dimaksud tidak dimanfaatkan itu masih murni yang berada di alam dan belum tersentuh oleh manusia,” ucapnya
Keunikan columnar joint yang berada di Pasir Landak, Desa Nagrak, Kecamatan Buah Dua ini yaitu dapat mengeluarkan nada dengan berbeda-beda.
“Sempat saya tanyakan ke Bapak DR. Unggul yaitu peneliti Kementerian ESDM, kenapa batu Columnar Joint yang ada di Desa Nagrak ini bisa mengeluarkan nada, lalu jawabannya menurut beliau: kayaknya ada bagian tidak menempel ke tanah, jadi mirip gamelan kaya batu tabung di Gunung Padang,” ungkapnya.
Dia mengaku optimistis, dengan kondisi unik bebatuan tersebut akan berdampak pada Ilmu Pengetahuan.
“Melihat kondisi yang unik, langka, dan pasti berdampak pada ilmu pengetahuan. Untuk kedepannya melihat potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Sumedang ini. Ayo kita sama-sama manfaatkan untuk kajian, penelitian, bahkan ini juga menjadi potensi untuk menarik wisatawan ke Sumedang,” pungkas Budi Akbar. ***


















