Sumedang, 24 Januari 2025 – Dinas Sosial Kabupaten Sumedang mengambil langkah cepat dalam menangani kasus Sutisna (38), warga Sumedang yang viral karena terlantar bersama istri dan anaknya saat berjalan kaki dari Banyuwangi menuju Sumedang. Kasus ini menjadi perhatian setelah laporan diterima pada Kamis, 9 Januari 2025.
Sutisna, yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik semen di Tangerang, mengalami kesulitan ekonomi hingga memutuskan mencari bantuan ke Banyuwangi. Namun, upaya tersebut gagal, dan mereka terpaksa berjalan kaki pulang ke Sumedang karena kehabisan ongkos.
Langkah Penanganan Komprehensif
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, H. Dikdik Sadikin, menjelaskan serangkaian langkah intervensi yang dilakukan untuk membantu keluarga Sutisna:
- Koordinasi dan Asesmen: Pendamping dari Sentra Terpadu Inten Soeweno melakukan asesmen langsung untuk memahami kondisi keluarga.
- Verifikasi Alamat: Alamat lama Sutisna di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, sudah tidak berlaku akibat proyek Bendungan Jatigede. Saat ini, Sutisna tinggal bersama uwanya di Desa Wado.
- Administrasi Kependudukan: Dinas Sosial bekerja sama dengan Disdukcapil Sumedang untuk menerbitkan KTP dan KK baru bagi Sutisna.
- Jaminan Sosial: Keluarga Sutisna dimasukkan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan diajukan untuk program BPJS-PBI.
- Bantuan Dasar dan Modal Usaha: Keluarga menerima bantuan sembako, paket nutrisi, dan modal untuk usaha angkringan kopi.
- Dukungan Kesehatan dan Aksesibilitas: Sutisna, yang mengalami gangguan pendengaran, akan mendapatkan alat bantu dengar, sementara istrinya, Rumsih, akan dibantu sebagai penyandang disabilitas rungu-wicara.
- Akses Pendidikan Anak: Anak kedua Sutisna, Tami (13), akan mendapatkan fasilitas pendidikan melalui PKBM, sementara anak pertama, Nike (14), yang diasuh kerabat di Karawang, menerima bantuan pendidikan.
Bantuan dan Rencana Masa Depan
Di sepanjang perjalanan mereka, Sutisna dan keluarganya menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian di Lamongan, Wakil Bupati Sumedang, serta seorang pengusaha asal Sumedang, dengan total bantuan tunai mencapai Rp7.150.000.
Meskipun sempat menolak tawaran pekerjaan di Sumedang karena ingin kembali bekerja di Tangerang, Sutisna akhirnya memutuskan untuk memulai usaha angkringan kopi di Desa Wado.
Ke depan, Dinas Sosial akan terus memantau perkembangan usaha keluarga Sutisna. Bantuan alat bantu dengar dan perlengkapan sekolah juga akan disalurkan untuk mendukung kesejahteraan mereka.
Komitmen Jangka Panjang
Kasus ini menjadi perhatian penting dalam meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial di Kabupaten Sumedang. “Kami berkomitmen memberikan solusi jangka panjang agar keluarga Sutisna dapat kembali mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya,” ujar H. Dikdik Sadikin.
Dengan langkah-langkah ini, Dinas Sosial Sumedang berharap dapat memberikan contoh penanganan terpadu untuk warga yang membutuhkan bantuan serupa. ***










