Lagi, 7 Domba Dimaling di Karangpakuan Sumedang Terekam CCTV Warga

Angga Firmansyah/SUMEDANGONLINE
Aksi pencurian ternak kembali menghantui warga Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Kali ini, tujuh ekor domba jantan milik seorang warga bernama Acek Karsoma raib digondol maling pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Peristiwa terjadi di RT 01 RW 01 Dusun Ancol, Desa Karangpakuan.

Sumedang, 19 April 2025 – Aksi pencurian ternak kembali menghantui warga Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Kali ini, tujuh ekor domba jantan milik seorang warga bernama Acek Karsoma raib digondol maling pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Peristiwa terjadi di RT 01 RW 01 Dusun Ancol, Desa Karangpakuan.

Menurut keterangan korban, kejadian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi. Domba-domba yang dicuri rencananya akan dijual menjelang Hari Raya Idul Adha. Akibat kejadian ini, Acek diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp25 juta.

“Saya merasa kesal karena kejadian ini terulang kembali. Dulu tetangga saya kehilangan 13 ekor, ada juga yang 11 ekor, bahkan ada yang kehilangan 2 ekor,” ujar Acek saat ditemui di kediamannya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Darmaraja. Rekaman CCTV yang merekam aksi pencurian pun telah disiapkan sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan.

Warga setempat menyatakan bahwa pencurian seperti ini bukanlah hal baru. Selain pencurian ternak, kasus pencurian kendaraan bermotor juga kerap terjadi di wilayah tersebut. Mereka menuntut adanya langkah konkret dari pemerintah desa untuk meningkatkan keamanan lingkungan.

“Selama ini yang dilakukan desa hanya ronda, itupun tidak efektif. Kami sudah menyarankan agar dipasang CCTV di pintu-pintu masuk lingkungan seperti di Cikawung dan Cinawing, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar salah satu warga.

Warga berharap agar sistem pengawasan diperketat, termasuk dengan pemasangan kamera pengintai di titik-titik rawan, agar aktivitas keluar-masuk wilayah bisa terpantau dan memudahkan aparat dalam penelusuran apabila terjadi tindakan kriminal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.***

 

 

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak