Mekah, 23 Mei 2025 – Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah Oom Komarudin (58), warga Dusun Cileuksa, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang. Setelah 11 tahun menunggu, akhirnya ia bersama sang istri (53) menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji, tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Multazam Tanjungsari.
“Alhamdulillah, perjalanan dari kampung halaman sampai ke Mekah berjalan lancar,” tutur Oom Komarudin dengan mata berkaca-kaca. “Saya yang belakangan ini sering sakit-sakitan pun dapat menjalani proses keberangkatan, dan alhamdulillah kini telah sampai di Mekah.”
Penantian panjang selama lebih dari satu dekade bukan tanpa rintangan. Oom mengaku, seandainya pandemi COVID-19 tidak menghambat keberangkatan selama tiga tahun terakhir, ia mungkin sudah berangkat lebih awal. Namun, ia tetap bersyukur dan meyakini bahwa semua terjadi atas kehendak Allah SWT.
Kisah Oom bukan hanya soal perjalanan spiritual, tetapi juga perjuangan dan ketekunan dalam menggapai mimpi besar. Dalam pesannya kepada warga kampung, ia menyemangati agar mulai mempersiapkan diri sejak dini untuk bisa menunaikan ibadah haji. “Usahakan menabung mulai sekarang agar tahun depan dan seterusnya bisa berhaji,” pesannya dengan penuh harap.
Kisah sederhana namun menyentuh ini menjadi inspirasi bagi warga Desa Legok Kaler. Oom Komarudin adalah bukti nyata bahwa dengan sabar, doa, dan usaha, impian suci itu bukanlah hal yang mustahil untuk digapai.
Semoga perjalanan ibadah beliau berjalan lancar dan membawa berkah, serta menjadi motivasi bagi lebih banyak orang untuk menapaki jalan yang sama menuju Tanah Suci. ***
