Indeks

PERSIB Imbau Suporter Persijap Tak Hadir di GBLA

PERSIB kembali menegaskan komitmennya mendukung penegakan regulasi kompetisi menjelang laga pekan terakhir Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/05/2026).
Istimewa/SUMEDANGONLINE
PERSIB kembali menegaskan komitmennya mendukung penegakan regulasi kompetisi menjelang laga pekan terakhir Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/05/2026).

BANDUNG, Kamis (21 Mei 2026) — Wartawan: Fitriyani — PERSIB kembali menegaskan komitmennya mendukung penegakan regulasi kompetisi menjelang laga pekan terakhir Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/05/2026). Salah satu bentuk komitmen tersebut ialah kepatuhan terhadap aturan larangan kehadiran suporter tim tamu selama masa transisi transformasi sepak bola nasional.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang menyatakan pertandingan sepak bola nasional belum dapat dihadiri pendukung klub tamu.

Regulasi juga menegaskan klub bertanggung jawab atas kehadiran suporternya apabila terjadi pelanggaran aturan tersebut.

Head of Communication PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama mengatakan, transformasi sepak bola Indonesia menuju ekosistem yang lebih aman, tertib, dan profesional membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk melalui kepatuhan terhadap aturan kompetisi.

“Sepak bola Indonesia saat ini sedang bergerak menuju ekosistem yang lebih aman, tertib, dan profesional. Dalam proses tersebut, kepatuhan terhadap ketentuan kompetisi menjadi fondasi penting yang perlu dijaga bersama,” ujar Adhi.

Menurutnya, PERSIB berkomitmen menjalankan seluruh regulasi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlangsungan kompetisi dan perkembangan sepak bola nasional.

Adhi menegaskan, kebijakan larangan suporter tim tamu hadir di stadion bukan bertujuan membatasi antusiasme pendukung, tetapi menjadi bagian dari proses transisi yang harus dihormati demi kepentingan bersama.

“Dukungan suporter selalu menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola. Namun dalam situasi saat ini, menghormati ketentuan yang berlaku justru menjadi bentuk dukungan yang paling berarti,” katanya.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap aturan berperan penting dalam menjaga aspek keselamatan, keamanan pertandingan, kenyamanan seluruh pihak, sekaligus menghindarkan klub dari potensi sanksi akibat pelanggaran.

Karena itu, PERSIB mengimbau seluruh pendukung Persijap Jepara untuk tidak hadir langsung di Stadion GBLA dan memilih memberikan dukungan melalui rumah atau titik nonton bersama resmi.

“Kami percaya setiap suporter memiliki kecintaan yang besar terhadap klubnya masing-masing. Menghormati aturan hari ini bukan sekadar bentuk kepatuhan, tetapi kontribusi nyata untuk membantu menghadirkan sepak bola Indonesia yang semakin baik di masa depan,” ujar Adhi.

PERSIB berharap semangat sportivitas, saling menghormati, dan kesadaran menjaga ketertiban terus tumbuh di kalangan seluruh elemen sepak bola nasional agar proses transformasi kompetisi berjalan optimal.***

Exit mobile version