Bandung, 30 Mei 2025 — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan strategi baru untuk mengatasi kemacetan parah di kawasan Puncak, Bogor, yang kerap terjadi saat libur panjang atau long weekend. Mulai Sabtu dan Minggu pekan ini, para sopir angkot di wilayah Puncak akan diliburkan selama dua hari penuh.
“Dalam dua hari seluruh angkot yang menuju jalur Puncak di Kabupaten Bogor, diliburkan. Sehingga para wisatawan nyaman dan tidak berdampak pada kemacetan yang horor,” ungkap Dedi dalam video yang ia unggah di media sosial pribadinya pada Jumat (30/5/2025).
Sebagai bentuk kompensasi, Dedi berjanji akan memberikan dana pengganti bagi para sopir angkot yang diliburkan. Ia pun menegaskan bahwa tidak boleh ada potongan dana kompensasi yang diberikan.
Dedi mengakui, meski Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor sudah berusaha keras mengurai kemacetan, kemacetan di Puncak selalu menjadi “horor” tersendiri setiap kali libur panjang.
“Inilah langkah-langkah yang saya ambil untuk mengambil tindakan-tindakan, agar seluruh kegiatan ini berjalan dengan baik. Dan, seluruh wisatawan bisa menikmati, karena tujuan wisata itu untuk rekreasi, mendapat kebagahagiaan bukan mendapat kestress-an dari macet. Salam untuk seluruh wisatawan yang datang ke Puncak,” ujarnya.
Dedi juga berencana mengumpulkan para sopir angkot di Puncak pada Sabtu ini untuk membicarakan lebih lanjut kebijakan tersebut sehingga para supir tersebut dapat menikmati hari-hari yang indah bersama keluarganya. Ia juga menyampaikan pesan untuk masyarakat, khususnya yang belum punya cukup dana untuk berlibur: “Yang tidak punya uang, jangan memaksakan diri berutang untuk piknik. Lebih baik di rumah saja,” pungkasnya. ***
