Paris, 1 Juni 2025 — Dua orang meninggal dunia dan ratusan lainnya ditangkap di seluruh Prancis usai para penggemar Paris Saint-Germain (PSG) merayakan kemenangan klub sepak bola tersebut di final Liga Champions. Hal ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri Prancis pada Minggu (1/6).
Dilansir dari laman BBC Indonesia, seorang remaja berusia 17 tahun dilaporkan tewas akibat ditikam di dada pada Sabtu (31/5) malam di kota Dax, Prancis barat daya. Di Paris, seorang pria berusia 23 tahun meninggal setelah ditabrak kendaraan ketika sedang mengendarai skuter di pusat kota.
PSG mencatat sejarah dengan menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya usai menaklukkan Inter Milan 5-0 di Allianz Arena, Munich, Jerman, pada Sabtu (31/5) malam waktu setempat. Perayaan kemenangan tersebut diwarnai dengan aksi vandalisme di beberapa lokasi di Paris.
Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebutkan bahwa 192 orang terluka dalam insiden ini, termasuk 22 petugas polisi dan 7 petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 559 orang ditangkap di seluruh Prancis, dengan 491 di antaranya di Paris. Selain itu, 264 kendaraan dibakar di berbagai lokasi.
Wali Kota Dax, Julien Dubois, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban remaja yang tewas. “Kami terkejut dengan semua drama malam ini,” tulisnya di media sosial.
Kantor Kejaksaan Paris melaporkan bahwa dua petugas polisi terluka akibat lemparan benda di Place des Ternes. Di kawasan Champs-Elysées, sekitar 30 orang ditangkap dekat toko Foot Locker yang dijarah.
Meskipun terjadi bentrokan di sekitar Champs-Élysées dan stadion Parc des Princes, mayoritas pendukung PSG merayakan kemenangan ini dengan damai, menyanyikan lagu kemenangan dan menari di jalanan sambil membunyikan klakson. Menara Eiffel juga diterangi warna biru dan merah, khas PSG.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dikenal sebagai pendukung rival PSG, Olympique de Marseille, menyampaikan ucapan selamat di platform X. “Hari yang gemilang untuk PSG! Bravo, kami semua bangga. Paris, ibu kota Eropa malam ini,” tulisnya.
Polisi Paris menyatakan bahwa 300 orang ditahan karena dicurigai memiliki kembang api dan memicu kerusuhan. “Para pembuat onar di Champs-Elysées berniat menciptakan insiden dan berulang kali berkonflik dengan polisi,” demikian pernyataan kepolisian setempat.
Untuk mengantisipasi kerusuhan, sekitar 5.400 polisi dikerahkan di Paris sepanjang malam perayaan kemenangan PSG tersebut. ***
