Indeks

Iran Kecam Kepala IAEA Rafael Grossi, Tuding Lalai dan Berpihak pada Israel

Rekaman menunjukkan momen Iran menembakkan gelombang rudal ke-14 ke Israel sebagai bagian dari Operasi True Promise 3
Istimewa via Tehran Times/SUMEDANGONLINE
Rekaman menunjukkan momen Iran menembakkan gelombang rudal ke-14 ke Israel sebagai bagian dari Operasi True Promise 3

Teheran, Jumat, 20 Juni 2025 – Iran melancarkan kecaman keras terhadap Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, atas sikap diam dan ketidaktegasannya terhadap serangkaian serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.

Dalam surat resmi yang dikirim pada Kamis, Mohammad Eslami, Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), menyatakan bahwa Grossi harus bertanggung jawab atas kelambanan lembaganya dalam menghadapi “serangan biadab yang berulang” oleh rezim Zionis terhadap situs-situs nuklir Iran.

“Serangan ini terjadi meski telah berulang kali kami peringatkan Anda tentang bahaya sikap pasif, khususnya oleh Dewan Gubernur yang sayangnya berjalan di bawah pengaruh tiga negara Eropa, Amerika Serikat, dan rezim Zionis,” tulis Eslami dalam suratnya, mengacu pada korespondensi sebelumnya, termasuk surat tertanggal 13 Juni 2025 (Ref: 30/30).

Surat tersebut merinci agresi Tel Aviv, termasuk serangan pada hari Kamis terhadap reaktor air berat Arak, serta berbagai serangan sebelumnya terhadap fasilitas Natanz, Fordow, dan Isfahan Fuel Fabrication Plant (UCF) yang berada di bawah pengawasan IAEA.

Eslami menyebut bahwa serangan-serangan ini melanggar berbagai perjanjian dan konvensi internasional, termasuk:

  • Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahannya

  • Statuta IAEA

  • Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT)

  • Perjanjian Pengamanan Komprehensif antara Iran dan IAEA (INFCIRC/214)

  • Standar Keamanan IAEA

  • Resolusi Dewan Gubernur dan Konferensi Umum IAEA

  • Dokumen hukum internasional lainnya

Lebih lanjut, Eslami memperingatkan Grossi bahwa Iran akan mengambil tindakan hukum terhadap dirinya secara pribadi atas kelalaian dan ketidaktegasan yang dianggap telah memfasilitasi serangan-serangan tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan lewat platform X (Twitter) bahwa Grossi telah “mengkhianati rezim non-proliferasi” dan menjadikan IAEA sebagai “mitra dalam perang agresi tidak adil” yang dilancarkan Israel.

Ali Larijani, Penasihat Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Khamenei, menegaskan bahwa Grossi akan dimintai pertanggungjawaban setelah perang berakhir.

Sementara itu, pernyataan Grossi kepada CNN baru-baru ini—yang menyatakan bahwa IAEA tidak menemukan bukti rencana aktif dan sistematis Iran untuk membangun senjata nuklir—ditanggapi dingin oleh otoritas Iran, yang menganggapnya “terlambat dan tidak cukup.”

Para pejabat Iran menuduh bahwa sikap Grossi yang dianggap politis dan bias terhadap Barat serta Israel, telah memungkinkan serangan-serangan militer terhadap situs nuklir mereka dan menjadikannya sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa.

Surat Eslami diakhiri dengan seruan keras agar Grossi segera mengakhiri kelambanannya, mengecam tindakan ilegal Israel, dan menjalankan tugasnya sesuai mandat internasional. ***

Exit mobile version