Sumedang, 4 Juli 2025 – Program pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) semakin mudah diakses masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan uang muka (DP) mulai 1% atau sekitar Rp1,6 juta untuk rumah seharga Rp166 juta, masyarakat kini bisa mewujudkan impian memiliki hunian layak.
Berdi Dwijayanto, Asisten Manajer Pemasaran Pembiayaan Program BP Tapera, menjelaskan, dengan tambahan subsidi uang muka Rp4 juta dari Kementerian PUPR, DP yang harus dibayar masyarakat bisa turun hingga Rp1 juta. “Program ini menawarkan bunga tetap 5% hingga lunas, tenor hingga 20 tahun, dan cicilan sekitar Rp1 jutaan per bulan,” ujarnya dalam Sosialisasi Pembiayaan Perumahan bagi ASN dan Pekerja di Aula Tampomas, Sumedang, Jumat (4/7).
Selain itu, peserta program juga mendapat manfaat asuransi jiwa, kebakaran, dan kredit, serta bebas PPN. Syarat utamanya meliputi WNI, memiliki KTP, belum pernah menerima subsidi perumahan, dan berpenghasilan maksimal Rp8,5 juta (single) atau Rp10 juta (sudah menikah) untuk wilayah Jawa.
BP Tapera telah bekerja sama dengan Bank BJB, pemerintah daerah, serta 39 bank penyalur dan 20 asosiasi pengembang untuk memperluas akses program ini. Kuota tahun 2025 ditingkatkan menjadi 350.000 unit, termasuk 10.000 unit rumah hasil kerja sama dengan Pemprov Jabar dan Bank BJB yang ditargetkan selesai pada Desember 2025.
Rachmat Abadi, Pimpinan Bank BJB Sumedang, menyatakan dukungan penuh untuk program ini, khususnya bagi ASN dan pekerja di Sumedang. “Kami fokus pada ASN dan PPPK baru yang memenuhi syarat, termasuk kelayakan kredit melalui SLIK OJK,” jelasnya.
Bank BJB Sumedang menargetkan 1.000 unit rumah subsidi di Sumedang tahun ini, dengan pengembang yang telah bermitra dengan BP Tapera dan Bank BJB. Masyarakat diharapkan segera memanfaatkan peluang ini sebelum kuota habis. (**)


















