Meriah dan Penuh Makna, Desa Baginda Rayakan Milangkala ke-48

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan, didampingi Plt. Camat Sumedang Selatan, Danposramil, dan Kapolsek Sumedang Selatan. Kedatangan mereka disambut meriah dengan tarian adat dan pengalungan bunga oleh Kepala Desa Baginda, Elan Sukarlan.
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan, didampingi Plt. Camat Sumedang Selatan, Danposramil, dan Kapolsek Sumedang Selatan. Kedatangan mereka disambut meriah dengan tarian adat dan pengalungan bunga oleh Kepala Desa Baginda, Elan Sukarlan.

SUMEDANG – Pemerintah Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, menggelar peringatan Milangkala ke-48 dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kental. Bertempat di Lapang Desa Baginda, rangkaian kegiatan berlangsung meriah sejak pagi hingga malam hari, Sabtu (26/7/2025).

Mengusung tema “Sacangreud Pageuh, Sagojek Pangkek”, perayaan tahun ini menjadi simbol penguatan persatuan dan tekad warga untuk membangun desa secara berkelanjutan dan mandiri.

Rangkaian acara Milangkala mencakup berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari Baginda Bebereus, khitanan massal, pasanggiri jaipong, gelar UMKM, kreasi seni, gerak jalan santai, lomba nyangu, hingga tabligh akbar dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Turut hadir dalam perayaan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan, didampingi Plt. Camat Sumedang Selatan, Danposramil, dan Kapolsek Sumedang Selatan. Kedatangan mereka disambut meriah dengan tarian adat dan pengalungan bunga oleh Kepala Desa Baginda, Elan Sukarlan.

Dalam sambutannya, Elan menyampaikan bahwa milangkala bukan hanya perayaan, tapi juga momentum evaluasi dan refleksi bersama.

“Kami berharap apa yang telah direncanakan dan dilaksanakan bisa membantu meningkatkan keamanan, ketertiban, serta perekonomian masyarakat Desa Baginda,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meski Desa Baginda telah berusia 48 tahun, peringatan milangkala baru dua kali diselenggarakan secara besar, yakni pada tahun 2024 dan 2025. Khusus tahun ini, pawai pembangunan yang biasanya menjadi daya tarik utama tidak digelar, karena bersamaan dengan persiapan peringatan HUT RI ke-80 di tingkat kabupaten.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena pawai tahun ini tidak bisa dilaksanakan. Namun, kami tetap menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis DPMD Sumedang Widodo Heru Prasetyawan mengapresiasi semangat masyarakat Desa Baginda yang mampu menyelenggarakan kegiatan penuh nilai ini secara partisipatif.

“Saya mewakili Pak Bupati mengucapkan selamat kepada Pak Kuwu dan seluruh masyarakat. Kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat tali sosial, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan mendukung pembangunan desa,” ujarnya.

Widodo menekankan bahwa usia 48 tahun adalah usia yang matang bagi sebuah desa, dan menjadi momentum penting untuk melangkah lebih maju.

“Dengan semangat milangkala ini, semoga Desa Baginda semakin diberkahi, terus berinovasi, dan menjadi desa yang mandiri, kuat, serta menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia dari desa,” tutupnya. (**)

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak