Indeks

Sumedang Targetkan 36% Penduduk Terperiksa dalam Program Cek Kesehatan Gratis Nasional

Kabid Pencegahan, Pengendalian & Penyakit Dinkes Sumedang, H. Aan Sugandi.
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Kabid Pencegahan, Pengendalian & Penyakit Dinkes Sumedang, H. Aan Sugandi.

SUMEDANG Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang terus memperluas cakupan program Cek Kesehatan Gratis, program nasional hasil prakarsa Presiden Prabowo Subianto, dengan target ambisius memeriksa 36 persen penduduk sebelum Desember 2025.

Kabid Pencegahan, Pengendalian & Penyakit Dinkes Sumedang, H. Aan Sugandi, menyebutkan bahwa layanan yang semula hanya untuk warga berulang tahun kini dibuka untuk seluruh masyarakat sejak Maret–April 2025.

“Tujuan utama program ini adalah memberi kesadaran deteksi dini dan meningkatkan derajat kesehatan warga karena penyakit yang teridentifikasi sejak awal bisa ditangani secara komprehensif,” ujarnya saat Focus Group Discussion penanggulangan HIV/AIDS di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (8/7).

Pemeriksaan Berdasarkan Siklus Hidup

Pemeriksaan dilakukan gratis di seluruh puskesmas dan menyasar seluruh tahap usia: dari bayi baru lahir, anak sekolah, dewasa, hingga lansia.

Khusus bulan Juli, Dinkes fokus pada anak usia 6–17 tahun. Salah satu yang disasar adalah program Sekolah Rakyat, lembaga pendidikan non-formal yang membina sekitar 150 siswa SD hingga SMA. Pemeriksaan massal akan dilakukan serentak pada 14 Juli 2025, mencakup pemeriksaan gigi hingga kesehatan umum.

Lompatan Peringkat Provinsi

Capaian program yang meningkat pesat membuat Sumedang melonjak ke peringkat ke-4 dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, naik drastis dari posisi 22 hanya dalam dua minggu.

“Berkat motivasi Pak Bupati, kami bisa bergerak cepat. Saat ini cakupan baru mencapai 5,57 persen atau sekitar 19 ribu dari 340 ribu penduduk sasaran,” ujar Aan.

Sumedang kini hanya berada di bawah Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Garut.

Syarat Mudah, Hasil Terintegrasi

Untuk mengikuti layanan, warga hanya perlu membawa NIK, nomor ponsel, tanggal lahir, dan keterangan pekerjaan. Hasil pemeriksaan seperti risiko diabetes, hipertensi, gangguan paru, hingga kesehatan jiwa akan muncul secara otomatis di aplikasi SATUSEHAT yang terhubung dengan nomor ponsel.

“Jika ditemukan masalah, pasien langsung ditindaklanjuti oleh puskesmas asal. Sistemnya terintegrasi, jadi tidak bisa duplikasi pemeriksaan,” tegas Aan.

Program Sampai Desember, Evaluasi 2026

Program ini akan berlangsung hingga Desember 2025 dan dievaluasi secara nasional pada 2026. Jika hasilnya baik, program kemungkinan akan dilanjutkan.

“Kami imbau masyarakat memanfaatkan layanan gratis ini demi kesehatan diri dan keluarga,” tutup Aan. (**)

Exit mobile version