Indeks

Telur Rebus Apakah Baik untuk Kesehatan Anda? Ini Pendapat Para Ahli

“Satu butir telur rebus besar mengandung sekitar 72 kalori, hampir 5 gram lemak, dan 1,5 gram lemak jenuh.” - Jeremy O’Neal -

Telur rebus
pixabay/SUMEDANGONLINE
Telur rebus dinilai sebagai salah satu pilihan sarapan paling sehat karena kaya akan nutrisi penting dan rendah kalori.

SUMEDANGONLINETelur rebus dinilai sebagai salah satu pilihan sarapan paling sehat karena kaya akan nutrisi penting dan rendah kalori. Menurut Jeremy O’Neal, ahli gizi bersertifikat dan spesialis manajemen berat badan dari UI Health Bariatric Surgery Program, telur rebus tidak melibatkan tambahan minyak atau lemak dalam proses memasaknya, menjadikannya lebih sehat dibanding jenis olahan telur lainnya.

“Satu butir telur rebus besar mengandung sekitar 72 kalori, hampir 5 gram lemak, dan 1,5 gram lemak jenuh,” ujar O’Neal seperti dikutip SUMEDANGONLINE dari USA Today, Rabu (28/5/2025).

Telur juga kaya vitamin A, B kompleks, riboflavin, folat, zat besi, dan seng. Bagian kuning telur merupakan sumber utama kolin, mineral penting yang membantu perkembangan otak dan kontraksi otot, serta sangat dibutuhkan saat kehamilan. Kolin juga berperan dalam menjaga fungsi kognitif pada lansia, tambah Dr. Amar Dave, spesialis kedokteran gaya hidup dari MedStar Health.

Untuk kandungan protein, satu butir telur rebus mengandung sekitar 6–7 gram protein. Meski kaya protein, telur rebus sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber protein harian. Kebutuhan protein seseorang tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitas fisik. Rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan, namun angka ini bisa meningkat menjadi 1,2–2 gram per kilogram bagi yang aktif berolahraga atau sedang hamil.

Pedoman Diet Amerika Serikat 2020–2025 merekomendasikan konsumsi beragam makanan kaya protein dari sumber hewani maupun nabati, termasuk telur, daging tanpa lemak, biji-bijian, kacang-kacangan, dan tahu.

Lalu, bagaimana dengan penderita kolesterol tinggi?

O’Neal menjelaskan, meskipun satu telur mengandung sekitar 200 miligram kolesterol, hubungan antara konsumsi kolesterol makanan dan peningkatan kadar kolesterol darah belum terbukti kuat secara ilmiah. Menurut Dr. Dave, yang lebih berisiko justru adalah konsumsi lemak jenuh yang tinggi, bukan kolesterol dari telur itu sendiri.

“Jika Anda mengikuti pola makan seimbang dan membatasi konsumsi lemak jenuh, seperti mengurangi daging merah dan makanan ultra-proses, maka telur rebus tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, bahkan bagi penderita kolesterol tinggi,” jelas O’Neal.

Namun, disarankan bagi siapa pun yang memiliki kekhawatiran terkait kesehatan atau pola makan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter atau ahli gizi.***

Exit mobile version