Besok, Darmaraja Festival XV Tahun 2025: “Ngamumulé Budaya, Ngaronjatkeun Jatidiri Sunda”

Seni Buhun Angklung Buncis yang akan tampil di Darmaraja Festival XV Tahun 2025.
Dok. Igun Gunawan/SUMEDANGONLINE
Seni Buhun Angklung Buncis yang akan tampil di Darmaraja Festival XV Tahun 2025.

SUMEDANG – Sanggar Seni Raksa Mandala dan Kementerian Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat menyelenggarakan Darmaraja Festival XV Tahun 2025 yang akan digelar di Halaman Pendopo Kecamatan Darmaraja pada Selasa, 19 Agustus 2025. Tahun ini festival mengusung tema “Ngamumulé Budaya, Ngaronjatkeun Jatidiri Sunda”.

Festival ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan dan melestarikan seni buhun yang hidup di tengah masyarakat Darmaraja. Sebagai daerah yang dikenal sebagai Cikal Bakal Sumedang, Darmaraja memiliki warisan budaya yang kaya dan bernilai historis.

Ketua Pelaksana Tepi Ayani menyampaikan bahwa Darmaraja Festival bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan pada leluhur. “Melalui Darmaraja Festival XV ini, kami ingin masyarakat lebih dekat dengan seni buhun. Darmaraja adalah tanah sejarah, cikal bakal Sumedang, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita untuk ngamumulé budaya Sunda. Seni tradisi yang kita tampilkan adalah warisan luhur yang harus dikenalkan kembali, terutama pada generasi muda,” ujarnya.

Dalam festival kali ini akan ditampilkan berbagai seni tradisi khas Darmaraja, di antaranya:

  • Seni Koromong Eyang Jangel, peninggalan semasa Prabu Guru Aji Putih ketika hendak melamar Dewi Inten Nawang Wulan.

  • Angklung Buncis Buhun, salah satu seni musik tradisi khas tatar Sunda.

  • Seni Krasi Kohkol, bentuk kreativitas lokal yang sarat makna.

  • Tari Jaipong, tarian khas Sunda yang penuh energi.

Selain itu, akan ada penampilan khusus Sendra Tari Mapag Dangiang Tembong Agung, sebuah karya seni pertunjukan yang mengangkat kisah lahirnya Kerajaan Tembong Agung di Darmaraja, yang kelak menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Sumedang.

Tepi Ayani menegaskan bahwa festival ini juga sebagai bagian dukungan terhadap program Sumedang Puseur Budaya Sunda. “Kami ingin menunjukkan bahwa Darmaraja adalah pusat sejarah dan budaya. Melalui festival ini, seni buhun bukan hanya dikenang, tapi juga hidup kembali dan menjadi jati diri masyarakat Sunda,” imbuhnhya.

Selain itu pihaknya juga mengucapkan terima kasih karena adanya dorongan dari Kementerian Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak